Bengkel Truk Dikeluhkan Warga

270
DIPROTES : Keberadaan bengkel truk di Jalan Puri Anjasmoro Blok I dikeluhkan oleh warga sekitar. Selain mengganggu kenyamanan dan ketertiban warga, truk yang parkir di bengkel tersebut juga menutup akses jalan warga. (ADITYO DWI/RADAR SEMARANG)
DIPROTES : Keberadaan bengkel truk di Jalan Puri Anjasmoro Blok I dikeluhkan oleh warga sekitar. Selain mengganggu kenyamanan dan ketertiban warga, truk yang parkir di bengkel tersebut juga menutup akses jalan warga. (ADITYO DWI/RADAR SEMARANG)
DIPROTES : Keberadaan bengkel truk di Jalan Puri Anjasmoro Blok I dikeluhkan oleh warga sekitar. Selain mengganggu kenyamanan dan ketertiban warga, truk yang parkir di bengkel tersebut juga menutup akses jalan warga. (ADITYO DWI/RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Keberadaan bengkel truk di tengah-tengah pemukiman Puri Anjasmoro, tepatnya di blok I dikeluhkan warga di kawasan elit tersebut. Pasalnya, tak hanya menutupi jalan saat truk besar mengantre untuk diperbaiki, namun suara perbaikan truk serta deru mesin truk juga dianggap mengganggu ketenteraman warga sekitar.

Menurut keterangan warga setempat, bengkel truk tersebut diketahui beroperasi sejak tiga tahun yang lalu. Selain itu, warga setempat juga mengeluhkan tentang kumuhnya kawasan elit tersebut yang diakibatkan air bekas cucian. Bahkan dari kondisi tersebut, salah satu warga perumahan setempat, FR, mengaku telah mengadukan keberadaan bengkel itu ke Satpol PP Kota Semarang. “Kesal juga dengan kondisi itu. Berulangkali kita (warga) sudah menegur pemilik dari bengkel tersebut. Untuk itu kami laporkan ke Satpol PP,” ujar pria yang meminta identitasnya dirahasiakan itu, Kamis (5/3).

Seorang petugas keamanan perumahan tersebut, Cimon, mengatakan, setiap hari ada lima hingga enam truk besar yang antre untuk diperbaiki. Bahkan menurut Cimon, beberapa truk kadang terparkir di pinggir jalan selama berhari hari.

Truk tersebut parkir di pinggir sepanjang jalan sekitar bengkel tersebut, sehingga banyak warga yang pintu masuk rumahnya terhalang keberadaan truk yang parkir. “Rata rata lima truk yang parkir setiap hari. Suara dari mesin truk memang sangat berisik sekali dan juga mengganggu warga sekitar. Tidak sedikit dari warga yang mengeluh dan melaporkan ke petugas keamanan,” ungkapnya.

Terpisah, Kepala Satpol PP Kota Semarang, Endro Pudyo Martanto, mengatakan, pihaknya telah mendatangi lokasi bengkel yang dikeluhkan warga itu serta memanggil pemilik bengkel guna membuat pernyataan untuk tidak beroperasi kembali.

“Karena banyak sekali laporan warga terkait keberadaan bengkel tersebut, kami langsung menindak lanjutinya. Pemilik sudah membuat surat pernyataan. Jika ia nekat beroperasi maka akan kami segel,” ujar Endro.

Dikatakan Endro, dalam melakukan praktik bengkel tersebut tidak mengantongi ijin HO dan operasi. Oleh karena itu, nantinya pihaknya juga akan menanyakan kembali perihal komitmen dari pemilik bengkel, karena dalam membuat pernyataan tersebut si pemilik bengkel meminta waktu untuk memindah lokasi. “Body truk yang parkir menutupi badan jalan juga menjadi bahasan kami. Keluhan warga ini akan menjadi prioritas kami,” tutur Endro. Berdasarkan pantauan di lapangan tidak ada aktifitas berarti di bengkel yang menempati dua petak rumah tersebut.

Sementara itu, beberapa mobil boks terlihat terparkir di pinggir jalan di depan bengkel. Sekitar 10 meter, dua truk dalam kondisi rusak dan parkir menutupi pertigaan jalan. Saat koran ini berusaha mengkonfirmasikan kepada pemilik bengkel tersebut, tidak ada respon dari dalam bengkel itu. Meski sebelumnya terlihat seorang pria berjalan masuk ke dalam bengkel. (ewb/ric)