Banjir Bandang, 10 Rumah Rusak

289
BANJIR BANDANG: Genangan banjir di Jalan Kaliwungu, Kendal, Rabu (4/3) malam. (kanan) Warga membersihkan lumpur dan sampah sisa banjir. (BUDI SETYAWAN/RADAR SEMARANG)
BANJIR BANDANG: Genangan banjir di Jalan Kaliwungu, Kendal, Rabu (4/3) malam. (kanan) Warga membersihkan lumpur dan sampah sisa banjir. (BUDI SETYAWAN/RADAR SEMARANG)
BANJIR BANDANG: Genangan banjir di Jalan Kaliwungu, Kendal, Rabu (4/3) malam. (kanan) Warga membersihkan lumpur dan sampah sisa banjir. (BUDI SETYAWAN/RADAR SEMARANG)

foto a (2)WEB

KENDAL—Hujan yang mengguyur Kendal, Rabu (4/3) malam, mengakibatkan banjir bandang di empat desa di Kaliwungu, Kendal. Yakni, Desa Plantaran, Krajan Kulon, Kutoharjo dan Protomulyo, Kecamatan Kaliwungu Selatan. Tercatat, ratusan rumah terendam banjir setinggi 40-150 senti meter. Bencana banjir tersebut terjadi lantaran Sungai Proto, Sungai Aji dan Sungai Bendo meluap.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun akibat banjir, sedikitnya 10 rumah warga rusak berat. Yakni, rumah milik Supartiyah, Rubiah, Semin, Supriyanah, Muhamad Amim, Khoiri, Salim dan Sayudin, semuanya warga Desa Protomulyo. Selain itu, rumah milik Slamet dan Kusmaningsih, keduanya warga Desa Kutoharjo. Rata-rata rumah jebol dindingnya akibat diterjang derasnya aliran arus Sungai Proto, Sungai Aji dan Sungai Bendo yang meluap.

Informasi yang dihimpun Radar Semarang menyebutkan, banjir bandang tersebut terjadi Rabu malam sekitar pukul 20.00, setelah wilayah Kaliwungu diguyur hujan lebat. Banjir terjadi begitu cepat, hingga warga tak sempat menyelamatkan perabotan rumah tangga dan barang berharga lainnya. Selain permukiman warga, banjir juga merendam Pasar Gladak, Kaliwungu. Ratusan los dan kios tergenang banjir.

“Kejadiannya sangat cepat. Awalnya hanya banjir biasa, tiba-tiba sungai meluap dan menerjang rumah saya hingga dinding bagian belakang dan samping jebol. Terpaksa saya sekeluarga mengungsi ke rumah adik,” ujar Slamet kepada Radar Semarang.
Menurut Slamet, banjir tersebut akibat Sungai Proto, Sungai Aji, dan Sungai Bendo meluap. Selain karena hujan deras, juga lantaran tingkat sedimentasi di ketiga sungai tersebut sudah tinggi. Karena itu, dirinya berharap pemerintah segera melakukan normalisasi ketiga sungai itu.

“Seingat saya, normalisasi terakhir sungai itu dilakukan 15 tahun lalu, sehingga sekarang sedimentasinya sudha sangat tinggi. Kami minta pemerintah segera melakukan pengerukan agar warga tidak khawatir lagi terjadi banjir lagi,” pintanya.
Muhamin, warga Protomullyo mengaku sempat terjebak banjir setinggi 1 meter di dalam rumahnya. Tidak hanya barang berharga yang hanyut, ternak miliknya juga ikut terbawa banjir. “Airnya deras banget Mas, hampir satu meter, saya di dalam rumah jaga-jaga kalau ada yang terbawa banjir,” kata Muhamin.

Pasca banjir Kamis (5/3) kemarin, lumpur dan sampah tampak mengotori jalan dan rumah-rumah warga. Untuk membersihkannya, puluhan anggota TNI dan Polri diterjunkan membantu warga.

Danramil 11 Kaliwungu, Kapten Inf Suaryanto, mengatakan, pihaknya bersama aparat Polsek Kaliwungu langsung terjun ke lapangan untuk melakukan pendataan dan melalukan pertolongan darurat ke rumah-rumah warga yang diterjang banjir. “Seluruh anggota, bersama warga membersihkan jalan-jalan dan sungai yang dipenuhi sampah. Selain itu menolong warga yang rumahnya jebol diterjang banjir,” tandasnya.

Kapolsek Kaliwungu, AKP Ujang Syamsudin, mengatakan, jika semua anggotanya diwajibkan siaga selama 24 jam untuk mengantisipasi terjadinya banjir susulan. Sebab, memasuki puncak musim penghujan saat ini, tidak menutup kemungkinan akan terjadi banjir kembali.

“Kami siagakan anggota, sehingga jika sewaktu-waktu terjadi banjir besar langsung bisa dilakukan antisipasi dan mencari pertolongan. Kami semampu mungkin akan membantu warga yang terkena banjir dan menyiagakan anggota di sepanjang Sungai Proto, Sungai Aji dan Sungai Bendo,” katanya. (bud/aro)