4 Titik Tanggul Sungai Plumbon Jebol

216
RUSAK PARAH: Salah satu rumah warga yang temboknya jebol diterjang banjir Sungai Plumbon. (ADENNYAR WYCAKSONO/RADAR SEMARANG)
RUSAK PARAH: Salah satu rumah warga yang temboknya jebol diterjang banjir Sungai Plumbon. (ADENNYAR WYCAKSONO/RADAR SEMARANG)
RUSAK PARAH: Salah satu rumah warga yang temboknya jebol diterjang banjir Sungai Plumbon. (ADENNYAR WYCAKSONO/RADAR SEMARANG)

MANGKANGKULON-Ratusan rumah di Kelurahan Mangkang Wetan, Mangkang Kulon dan Mangunharjo, Kecamatan Tugu, Rabu (5/3) malam, terendam banjir setinggi 20 sentimeter. Banjir terjadi akibat tanggul Sungai Plumbon jebol lantaran tidak kuat menahan debit air yang tinggi. Selain itu, Sungai Beringin juga meluap hingga menambah parah banjir yang terjadi di Kelurahan Mangkang Kulon dan Mangunharjo.

Informasi yang dihimpun Radar Semarang menyebutkan, banjir di Kelurahan Mangkang Kulon dan Mangunharjo dikarenakan 4 titik tanggul Sungai Plumbon di dua kelurahan tersebut jebol. Sedangkan banjir di Kelurahan Mangkang Wetan terjadi akibat meluapnya Sungai Beringin hingga merendam wilayah RW 1, RW 3 dan RW 4. Dampak banjir terparah terjadi di Kelurahan Mangunharjo. Selain ratusan rumah warga terendam, tercatat satu rumah milik Arifin, 50, warga RT 04 RW 05 rusak parah lantaran diterjang banjir.

Sukisno, 35, warga Mangkang Wetan RT 4 RW 5, mengatakan, air Sungai Plumbon mulai meluap dan masuk ke rumah-rumah warga sekitar pukul 22.00. “Hujan dari sore sampai malam, menyebabkan air sungai luber ke perkampungan warga setinggi 15 sentimeter,” katanya kepada Radar Semarang.

Arifin, warga RT 05 RW 04 mengaku, jika banjir semakin parah setelah tanggul tepat di samping rumahnya jebol, hingga merusak tembok rumahnya. “Tiba-tiba air naik dan merusak rumah saya, sebelumnya ada suara braak.. Ternyata tanggul Sungai Plumbon jebol yang letaknya di samping rumah saya,” ujarnya.

Akibat kejadian ini, sebagin rumahnya rusak parah. Di antaranya di dapur dan kamar mandi. “Pas kejadian mati lampu, saya ada di depan rumah karena takut. Setelah lampu nyala, saya cek rumah saya sudah rusak,” katanya.

Kasi Pemerintahan Kelurahan Mangkang Kulon, Kuswanto, mengatakan, jika hampir semua wilayah di Kelurahan Mangkang Kulon terendam karena air sungai meluap. Selain itu juga menyebabkan 4 titik tanggul jebol, yakni di wilayah RT 05 RW 4 ada dua titik sepanjang 8 meter, dan tanggul ambles sepanjang 10 meter. “Juga tanggul di wilayah RT 04 RW 04 sebanyak dua titik, sepanjang 15 meter dan 30 meter,” ujarnya.

Dikatakan, dedalaman banjir di Kelurahan Mangkang Wetan mencapai 25 sentimeter. Selain merendam permukiman di 5 RW, juga merusak lahan persawahan. “Banjir merusak lahan pertanian yang baru saja ditanami padi. Dipastikan bibit yang baru ditanam mati karena kena lumpur,” keluhnya.

Banjir kemarin malam juga diperparah oleh meluapnya Sungai Beringin. Kemarin, pihak kelurahan sudah melaporkan kejadian tersebut kepada Camat Tugu HM Yenuarso. “Sementara tanggul yang jebol ditambal dengan karung plastik yang diisi pasir,” katanya.

Camat Tugu HM Yenuarto mengungkapkan, banjir terparah terjadi di Kelurahan Mangunharjo lantaran terkena luapan air dari Sungai Beringin dan Sungai Plumbon. Berikutnya wilayah Kelurahan Mangkang Kulon, namun hanya merendam rumah warga.

“Empat titik tanggul jebol di Kelurahan Mangkang Kulon, saat ini sadah dilaporkan ke PSDA Kota Semarang. Sementara rumah warga yang rusak akan diajukan dana ke APBD kota untuk perbaikan,” tuturnya.

Meski sudah dilaporkan ke pemkot, hingga kemarin belum ada bantuan yang diterima warga korban banjir. Ia mendesak pemerintah untuk mengcurkan anggaran perbaikan tanggul yang jebol.

“Saya harap tanggul yang jebol cepat diperbaiki, agar warga tidak waswas terkena banjir lagi. Untuk Sungai Beringin, pengerukan sedimentasi baru akan dilakukan bulan April nanti,” katanya. (den/aro)