Rumit, Ujicoba Lawan Tim ISL

138
TAK MUDAH: PSIS saat berujicoba melawan Persija Jakarta, beberapa waktu lalu di Stadion Jatidiri. Saat ini izin ujicoba dengan mendatangkan tim ISL cukup sulit. (NURCHAMIM/RADAR SEMARANG)
TAK MUDAH: PSIS saat berujicoba melawan Persija Jakarta, beberapa waktu lalu di Stadion Jatidiri. Saat ini izin ujicoba dengan mendatangkan tim ISL cukup sulit. (NURCHAMIM/RADAR SEMARANG)
TAK MUDAH: PSIS saat berujicoba melawan Persija Jakarta, beberapa waktu lalu di Stadion Jatidiri. Saat ini izin ujicoba dengan mendatangkan tim ISL cukup sulit. (NURCHAMIM/RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Konflik antara Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) dan PSSI Pusat, berimbas pada banyak hal. Di antaranya, hingga saat ini BOPI tak merekomendasikan tim-tim Indonesia Super League (ISL) bertanding, meski hanya berlabel ujicoba. Tanpa turunnya rekomendasi BOPI, berakibat pada tak diizinkannya laga tersebut oleh pihak kepolisian.

Seperti pada rencana laga uji coba PSIS versus salah satu konstestan ISL, Bali United Pusam (BUP) yang akan digelar di Stadion Jatidiri Semarang Minggu (8/3) besok. Manajer PSIS, Adi Saputro mengakui, saat ini proses perizinan penyelenggaraan laga uji coba terutama ketika menjamu tim-tim ISL mengalami perubahan prosedur yang sedikit panjang.

PSIS sendiri kata Adi harus melalui beberapa proses perijinan termasuk harus mendapatkan rekomendasi BOPI dan juga rekomendasi PSSI Pusat terkait laga uji coba besok. “Memang sekarang prosedurnya lebih ketat. Kami harus mendapatkan rekomendasi dari PSSI dan BOPI sebelum nantinya mengajukan perijinan penyelenggaraan pertandingan di pihak keamanan setempat,” kata Adi.

Beberapa hal harus disiapkan oleh manajemen tim Mahesa Jenar terkait teknis pelaksanaan pertandingan termasuk pihak tuan rumah harus menyerahkan proposal detail persiapan teknis persiapan laga uji coba pra musim ketujuh PSIS besok. “Jadi persyaratanya terkait dengan teknis pelaksanaan seperti misalnya harus menyerahkan data-data lengkap kebutuhan pertandingan, kami harus menyertakan NPWP maupun data semua pemain yang terlibat di laga uji coba besok,” terang Adi.

Namun Adi mengakui, sejauh ini tidak ada masalah yang berarti mengenai prosedur baru yang harus dilalui PSIS itu,”Sejauh ini berjalan lancer, kami juga sudah menerima rekomendasi baik dari BOPI maupun PSSI. Jadi nanti Panpel tinggal mengajukan perijinan ke pihak keamanan saja kemudian pertandingan siap digelar,” bebernya.

Sementara dari sisi teknis, setelah melepas Noor Hadi, otomatis saat ini tim Mahesa Jenar hanya memiliki striker muda Hari Nur Yulianto yang akan menjadi tumpuan di laga uji coba versus BUP mendatang. Tak mau ambil risiko, pelatih PSIS M Dofir ditemui di tempat yang sama kemarin mengatakan, pihaknya juga akan menyiapkan alternatif lain untuk menghuni pos Hari Nur di laga uji coba besok. “Saat ini Hari Nur menjadi pilihan satu-satunya di depan, namun kami juga menyiapkan beberapa pemain seperti Indra Setiawan yang juga bisa bermain di striker. Atau mungkin Bakor Andreas juga akan kami coba,” pungkas M Dofir. (bas/smu)