PAMER CIRI KHAS: Camat Mijen Ali Mukhtar saat memamerkan buah durian hasil pertanian di wilayahnya dan yang akan disajikan dalam festival durian, besok. (Rizal Kurniawan/Radar Semarang)
PAMER CIRI KHAS: Camat Mijen Ali Mukhtar saat memamerkan buah durian hasil pertanian di wilayahnya dan yang akan disajikan dalam festival durian, besok. (Rizal Kurniawan/Radar Semarang)
PAMER CIRI KHAS: Camat Mijen Ali Mukhtar saat memamerkan buah durian hasil pertanian di wilayahnya dan yang akan disajikan dalam festival durian, besok. (Rizal Kurniawan/Radar Semarang)

MIJEN- Ribuan buah durian bakal disajikan kepada para penikmat king of fruit (raja dari segala buah) tersebut dalam Festival Durian 2015, yang mulai digelar Jumat (6/3) hingga Minggu (8/3). Ada dua 12 stand khusus durian yang disediakan untuk melayani pengunjung.

Pengunjung bisa memakan buah durian sepuasnya hanya dengan membayar Rp 100 ribu, dengan jaminan boleh menukar durian yang memang rasanya tidak memuaskan. Dalam festival tersebut juga akan dilombakan durian terbesar dan lomba makan durian tercepat. “Sampai saat ini (kemarin) sudah ada 100 orang yang mendaftarkan diri sebagai peserta lomba makan durian tercepat. Sedangkan peserta lomba durian terbesar belum bisa memprediksi, biasanya baru diketahui hari H,” kata Camat Mijen Ali Mukhtar, kemarin (4/3).

Ali Mukhtar juga menjamin stok durian dalam festival yang digelar selama tiga hari sampai hari Minggu aman. Sebab, telah disediakan 12 stand khusus durian. Masing-masing stand akan ada ratusan durian yang bisa dipilih pengunjung. “Selain makan sepuasnya dengan membayar Rp 100 ribu, kita juga sediakan makan durian berkelompok. Hanya membayar Rp 500 ribu, kita sediakan 15 buah durian di meja untuk 8 orang. Tapi dengan catatan, kalau tidak habis, tidak boleh dibawa pulang,” katanya.

Ketua panitia lomba, Sumarno menambahkan, pihaknya memberi jaminan semua pengunjung bisa menikmati durian sesuai harapannya. Ketika dibuka durian tidak enak, maka bisa ditukar dengan durian lain tanpa harus membayar kembali. “Saya juga sudah mengimbau kepada para petani kualitas yang dibawa jangan seperti di pasaran. Karena kita mengedepankan kualitas, bukan kuantitas duriannya,” tandasnya.

Menurut Sumarno, dalam perlombaan durian besar, kriteria penilaian ditentukan dewan juri, yaitu meliputi ukuran, bentuk, warna, tekstur, ketebalan, dan rasa buah. Tujuannya adalah mencari bibit unggul yang nantinya akan dikembangkan. “Lomba ini di hari pertama festival, Jumat (6/3),’’ katanya. Sementara lomba makan durian tercepat dan durian terbesar digelar di hari kedua, Sabtu (7/3). Khusus untuk lomba makan durian tercepat, dikenai kontribusi sebesar Rp 50 ribu per peserta. (zal)