NYARIS AMBRUK: Sungai Mlandi yang meluap, menyebabkan rumah-rumah warga di bantaran sungai nyaris ambruk. (SUMALI IBNU CHAMID/RADAR KEDU)
NYARIS AMBRUK: Sungai Mlandi yang meluap, menyebabkan rumah-rumah warga di bantaran sungai nyaris ambruk. (SUMALI IBNU CHAMID/RADAR KEDU)
NYARIS AMBRUK: Sungai Mlandi yang meluap, menyebabkan rumah-rumah warga di bantaran sungai nyaris ambruk. (SUMALI IBNU CHAMID/RADAR KEDU)

WONOSOBO–Empat rumah warga Dusun Tedunan, RT 02 RW 06, Desa Mlandi, Kecamatan Garung, dihantam banjir bandang. Akibatnya, bangunan rumah yang berada di bantaran sungai Mlandi tersebut, rusak parah. Sebab tumpuan pondasi rumah ambrol dihantam air.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Kedu, hujan deras masih terus mengguyur wilayah Kecamatan Garung. Curah hujan yang tinggi, menyebabkan pasokan air ke sungai Mlandi meluap. Dampaknya, air menggerus tepian sungai. Termasuk, bangunan permukiman warga di sepanjang sungai tersebut.

Empat rumah yang rusak, masing-masing milik Ahmadun, Sukur, Basirol, dan Turip. Akibat banjir, bangunan rumah nyaris ambruk. Pondasi rumah yang ambrol karena terseret air, membuat lantai dan dinding rumah menggantung. Beruntung, tak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Turip, 40, seorang korban banjir menuturkan, peristiwa banjir bandang berlangsung pada sore hari. Saat itu hujan deras mengguyur desanya. Tiba-tiba sungai Mlandi meluap, menghantam pondasi bangunan rumah. “Kejadiannya sangat cepat, karena hujan cukup deras dan lama,” katanya.

Saat kejadian, tutur Turip, buah hatinya, Azizah Safira, 2 tahun, nyaris terseret arus air. Sore itu, Azizah tengah tertidur pulas di kamar. Beruntung sang istri bergegas masuk ke dalam kamar, dan mengangkat buah hatinya. “Kami langsung pergi dari rumah untuk menyelamatkan diri,” kata Turip.

Ahmadun, 53, korban lainnya mengaku dampak banjir menyebabkan rumahnya rusak parah. Sebab, pondasi rumah sudah terbawa arus sungai. Meski begitu, ia belum berencana pindah rumah. “Saya bingung mau pindah ke mana, karena ini rumah satu-satunya saya,” tuturnya.

Kepala Dinas Sosial Agus Purnomo saat meninjau lokasi bencana mengatakan, pihaknya segera berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (DPU). DPU akan diminta menormalisasi sungai, agar dampak banjir tidak meluas. Sebab hingga saat ini, curah hujan masih tinggi. “Kami juga akan meminta DPU mengkaji dan mengevaluasi kondisi sungai dan permukiman warga,” katanya.

Agus menyebut, ancaman banjir masih mengintai sepanjang sungai Mlandi. Karena hampir di sepanjang sungai, di tepinya, berdiri rumah-rumah warga. Jika sungai tak segera dinormalisasi di titik hulu, akan tetap mengancam bangunan di hilir. “Ini cukup sulit, namun harus dicari solusinya, setelah ada evaluasi DPU,” katanya.

Selain meninjau lokasi, Agus juga menyerahkan bantuan bagi para korban banjir. Bantuan berupa sembako tersebut, diharapkan dapat meringankan beban para korban banjir. (ali/isk