Dewan Temukan Beras Berkutu

192
SIDAK : Ketua Komisi B DPRD Demak, H Muntohar (kanan) ditemui Kepala Bulog Demak Sri Hartati dalam sidak ke gudang Bulog, kemarin. (WAHIB PRIBADI/RADAR SEMARANG)
SIDAK : Ketua Komisi B DPRD Demak, H Muntohar (kanan) ditemui Kepala Bulog Demak Sri Hartati dalam sidak ke gudang Bulog, kemarin. (WAHIB PRIBADI/RADAR SEMARANG)
SIDAK : Ketua Komisi B DPRD Demak, H Muntohar (kanan) ditemui Kepala Bulog Demak Sri Hartati dalam sidak ke gudang Bulog, kemarin. (WAHIB PRIBADI/RADAR SEMARANG)

DEMAK – Tingginya harga beras di Kabupaten Demak, membuat Komisi B DPRD Demak harus turun tangan. Dewan, kemarin melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke gudang Bulog, Desa Katonsari, Kecamatan Demak Kota. Hasilnya, anggota dewan menemukan beras yang berkutu serta warna beras yang menguning. Beras ini dugaan kuat, karena sudah terlalu lama disimpan di gudang.

Ketua Komisi B DPRD Demak, H Muntohar mengungkapkan, kualitas beras tersebut sebetulnya kurang layak. Sebab, ada pula yang berjamur lantaran diduga akibat pengeringannya kurang maksimal. “Beras disini sebagian memang kualitasnya memang kurang bagus,” katanya saat sidak, kemarin.

Anggota Komisi B, Marwan mengungkapkan, beras yang disimpan terlalu lama memang mengudang hama kutu dan warna berubah. Meski sudah difumigasi, kondisi tersebut tetap akan terjadi. “Kalau kualitas beras di gudang bulog mau bagus, maka Harga Pembelian Pemerintah (HPP) nya harus tinggi. Kalau HPP nya rendah ya kualitasnya tetap rendah,”kata dia.

Menanggapi sidak Komisi B tersebut, Kepala Bulog, Sri Hartati mengungkapkan, beras yang ada digudang bulog disimpan lebih dari 6 bulan. Risikonya memang ada yang berkutu dan warna yang berubah. Meski demikian, beras tersebut masih layak dikonsumsi. “Kalau hama kutu tetap muncul dalam beras. Tapi, hama itu kan mati karena kita melakukan perawatan,” katanya.

Menurutnya, masa simpan beras sudah lebih dari 6 bulan. Menurut Hartati, stok beras bulog mencapai 2.600 ton dan cukup untuk 4 hingga 5 bulan kedepan. Dari stok beras yang ada itu, jatah keseluruhan yang disalurkan ke semua kecamatan ada 1.400 ton. Sedangkan, yang disalurkan khusus di 6 kecamatan ada 586 ton setiap bulannya. “Untuk beras masih mencukupi. Sampai sekarang pun kita belum lakukan penyerapan. Mungkin April nanti baru kita serap,”katanya. (hib/fth)