TINGKATKAN PATROLI : Petugas Polres Pekalongan melakukan razia lalulintas untuk menekan terjadinya kejahatan jalanan dan mengantisipasi maraknya begal. (DOKUMENTASI POLRES PEKALONGAN)
TINGKATKAN PATROLI : Petugas Polres Pekalongan melakukan razia lalulintas untuk menekan terjadinya kejahatan jalanan dan mengantisipasi maraknya begal. (DOKUMENTASI POLRES PEKALONGAN)
TINGKATKAN PATROLI : Petugas Polres Pekalongan melakukan razia lalulintas untuk menekan terjadinya kejahatan jalanan dan mengantisipasi maraknya begal. (DOKUMENTASI POLRES PEKALONGAN)

PEKALONGAN–Maraknya broadcast message (BC) yang mengatasnamakan Kapolres Pekalongan Kota terkait maraknya begal di Pekalongan, AKPB Lutfhie Sulistiawan membantahnya dengan keras. Bahwa dirinya tidak pernah melakukan BM yang menginformasikan daerah rawan begal tersebut.

“Saya tegaskan tidak pernah melakukan BM tersebut, baik lewat BBM maupun SMS. Itu saya rasa ulah orang iseng, yang berniat baik namun tanpa aturan yang tepat. Saya harap masyarakat tidak panik akan informasi tersebut,” terang dia saat dihubungi Radar Semarang.

Kendati begitu, pihaknya tetap menghimbau masyarakat tetap berhati-hati di jalan untuk mengatisipasi adanya begal tersebut. “Kami juga tetap akan mengintensifkan patroli untuk memberikan rasa nyaman kepada masyarakat pengguna jalan raya,” ucap Luthfie.

Seperti diketahui beberapa waktu belakangan ini marak kasus begal. Sejak 3 hari belakangan, muncul pesan singkat baik lewat BBM maupun SMS tentang daerah rawan begal. Berikut isi BM yang meresahkan tersebut,
“#info penting…! Begal sudah marak di telinga masyarakat, Kini sudah mulai merambat ke wilayah pekalongan… wilayah rawan Begal : 1. Jl Raya Kearah Doro; 2. Jl Baru Tanjung; 3. Jl Baru Kearah Yosorejo; 4. Arah Pantura;
5. Sungai Loji; 6. Jl Baru Badami (Karang Kobar); 7. Bojong; 8. Belakang Pasar Weradesa; 9. Paweden; 10. Pantai Slamaran; 11. Karanganyar; 12. Daerah sekitar RS Junaid; 13. Perumnas; 14. Watusalam; 15. Kawasan Bebek-an (Lp. Gemek); 16. Kawasan Binagriya; 17. Karangdadap; 18. Lp. Mataram; 19. Sekitar Jl Wilis; 20. Sekitar Jl Sriwijaya (depan unikal); 21. Sepanjang Makam Sapuro; Berhati – hatilah ada 21 titik rawan Begal, saat melintasi wilayah ini pada malam hari & pacu kendaraan anda saat melintas wilayah sepi atau rawan. Jangan berpakaian mewah; Jangan bermain hp saat mengendarai; Apabila ada kendaraan di belakang anda yg mencurigakan segeralah pacu kendaraan anda.

tolong sebarkan broadcast ini agar pengendara lain selalu berhati” saat berkendara motor pd mlm hari. Pesan ini disampaikan oleh: Kapolres Kota Pekalongan. Terima kasih,” demikian bunyi BM yang beredar.

Tidak hanya di Kota Pekalongan, warga di wilayah Kabupaten Pekalongan juga mendapatkan kiriman BM berisi informasi sejumlah lokasi rawan begal yang disinyalir bersumber dari kepolisian. Sebagaimana diungkapkan Mulatifah, 19, warga Kecamatan Doro Kabupaten Pekalongan. “Saya dapat kiriman broadcast, katanya begal sudah masuk wilayah Pekalongan. Saya baca berita, ngeri. Begalnya sadis-sadis,” katanya, kemarin.

Menanggapi hal itu, Kapolres Pekalongan, AKBP Indra Krismayadi menyatakan bahwa pihaknya melakukan sejumlah langkah antisipasi demi menciptakan rasa aman di kalangan masyarakat. “Kami langsung bergerak. Seperti operasi gabungan semua fungsi. Baik Lantas, Reskrim, Intel, Sabhara dan Propam pada jam rawan,” terangnya.

Upaya antisipasi juga dilakukan dengan mengintensifkan operasi lalu lintas di jajaran Polsek minimal dua kali salama sepekan. Selain itu, pihaknya telah membentuk tim untuk meningkatkan patroli anti rampok termasuk patroli dari Polsek pada jam rawan. “Kami mengedepankan fungsi Babinkamtibmas dan Binmas dengan memberikan imbauan kepada masyarakat,” jelasnya.

Himbauan agar selalu waspada tersebut di antaranya, masyarakat tidak bepergian di atas pukul 21.00 serta menghinduri rute atau jalur yang sepi. “Polri dan masyarakat harus sama-sama mencegah tindak kejahatan agar tidak sampai menimpa diri sendiri, keluarga maupun orang lain,” tegasnya.

Kasubbag Humas AKP Guntur Tri Harjani menambahkan, kebiasaan keluar malam harus dikurangi. Terutama kalangan pemuda yang kerap begadang sampai malam. “Demi keamanan lebih baik jangan lah,” ungkapnya. (han/hil/ida)