EVEN PENDUKUNG: Salah satu tim dance saat tampil di ajang IndiHome NBL Indonesia 2014-2015 Seri VII Semarang, kemarin. (BASKORO S/RADAR SEMARANG)
EVEN PENDUKUNG: Salah satu tim dance saat tampil di ajang IndiHome NBL Indonesia 2014-2015 Seri VII Semarang, kemarin. (BASKORO S/RADAR SEMARANG)
EVEN PENDUKUNG: Salah satu tim dance saat tampil di ajang IndiHome NBL Indonesia 2014-2015 Seri VII Semarang, kemarin. (BASKORO S/RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Selain menyuguhkan game-game menarik, ajang IndiHome NBL Indonesia 2014-2015 Seri VII Semarang juga bakal menampilkan ajang supporting event yang juga tidak kalah menariknya dengan pertarungan sengit tim-tim basket di GOR Sahabat Semarang. Salah satu supporting event yang juga bakal ditunggu-tunggu adalah NBL Dance Competition yang digelar di sela-sela liga bola basket professional kasta tertinggi di Indonesia di GOR Sahabat 4-8 Maret 2015.

Total sebanyak delapan tim dance dari Kota Semarang bakal turun di ajang tersebut dimana nantinya hanya aka nada tiga tim dance terbaik yang akan diumumkan pada babak final di akhir penyelenggaraan IndiHome NBL Indonesia. “Untuk formatnya adalah modern dance. Waktu tampil saat penyisihan maksimal 4 menit. Waktu mulai dihitung sejak nama tim disebutkan (sudah termasuk setting alat). Untuk jadwal penampilannya kami tentukan selama pelaksanaan IndiHome NBL Indonesia di Semarang,” kata Public dan Media Relations Assistant DBL Indonesia, Debora Dea kemarin.

Yang mendapatkan kesempatan pertama untuk tampil di GOR Sahabat di hari pertama pelaksanaan kemarin adalah Owalahh Crew. Tim dance yang beranggotakan lima personil itu telah unjuk kebolehan sore (4/3) kemarin. “Yang jelas cukup senang bisa menari di lapangan IndiHome NBL Semarang. Tidak ada target khusus hanya have fun, ingin eksis, dan ingin menyalurkan hobby saja,” kata koordinator Owalahh Crew, Dessy Ichifani.

Namun meski begitu, Dessy mengaku timnya juga tidak hanya ingin sekedar tampil. Ajang kompetisi ini mereka gunakan untuk bahan evaluasi performa dance mereka sebelum tampil di ajang-ajang berikutnya. “Kalau kita tidak ikut kompetisi, kami juga tidak bisa mengukur skil dance kami, jadi kami tetap serius untuk bisa memberikan penampilan maksimal di kompetisi kali ini,” sambung Dessy ditemui di sela-sela event kemarin.

Soal persiapan, Dessy mengaku, timnnya sempat mengalami kendala lantaran tidak semua personil berada di satu wilayah yang sama. Beberapa diantaranya berdomisili di luar Kota Semarang. “Dance kami baru terbentuk selama 6 bulan dan ini pertama kalinya kami mengikuti NBL Dance Competition. Sedangkan untuk anggota anggota berasal dari berbagai kota ada dari Solo, Salatiga, Jogja, dan Semarang. Untuk mengatur waktu latihan agak susah karena harus memadukan waktu supaya bisa latihan bareng. Ya meskipun waktu latihan hanya satu minggu saja tapi kami cukup optimistis bisa menjadi yang terbaik,” pungkasnya. (bas/smu)