KUNJUNGAN: Para pejabat peserta Diklatpim III angkatan ke-10 Pusdiklat Kementerian Dalam Negeri Regional Yogyakarta saat diterima di Magelang. (PUPUT PUSPITASARI/RADAR KEDU)
KUNJUNGAN: Para pejabat peserta Diklatpim III angkatan ke-10 Pusdiklat Kementerian Dalam Negeri Regional Yogyakarta saat diterima di Magelang. (PUPUT PUSPITASARI/RADAR KEDU)
KUNJUNGAN: Para pejabat peserta Diklatpim III angkatan ke-10 Pusdiklat Kementerian Dalam Negeri Regional Yogyakarta saat diterima di Magelang. (PUPUT PUSPITASARI/RADAR KEDU)

MAGELANG– Puluhan pejabat lintas provinsi se-Indonesia kemarin mengunjungi Kota Magelang. Mereka bagian dari peserta Benchmarking To Best Practice Diklatpim III angkatan ke 10 Pusdiklat Kementerian Dalam Negeri Regional Yogyakarta. Para pejabat juga mengunjungi sejumlah SKPD Pemkot.

Kepala Pusdiklat Kemendagri Regional Yogyakarta, Suroyo mengatakan, tujuan kegiatan tersebut sebagai bekal peserta dalam mengadopsi kelebihan maupun keunggulan Kota Magelang. Sebab, Kota Sejuta Bunga kerap menerima penghargaan di bawah kendali Wali Kota Sigit Widyonindito dan wakilnya, Joko Prasetyo. Informasi yang diserap dan inovasi yang ada, diharapkan bisa terapkan di wilayah kerja masing-masing.

Seperti diketahui, Kota Sejuta Bunga yang berlanjut ke tahapan Ayo ke Magelang 2015, telah menyabet piala Adipura Kencana 2014, dan Wahana Tata Nugraha (WTN) 2014 dari Presiden RI untuk kategori lalu lintas tingkat kota sedang pada 2013. Juga Developments Goals (MDGs) Award 2014 Target 5b, dan pada 2015 ini, Kota Magelang meraih dua penghargaan nasional peringkat kedua untuk kategori pengelolaan sampah dan penataan PKL.

“Tiga hari di sini (Magelang), harapannya bisa mengadopsi dan mengadaptasi best practice bidang pengelolaan kegiatan.”

Sekda Kota Magelang Sugiharto tak ingin hanya inovasi dan keunggulan ditiru daerah lain. Dia juga berharap, kekurangan ditemui para peserta, untuk disampaikan. Sebab, Sekda Sugiharto masih merasa banyak kekurangan dan pekerjaan rumah yang harus diselesaikan untuk membuat kotanya semakin maju.

“Jika ada inovasi yang sudah dimiliki daerah lain yang belum kami miliki, mohon untuk di-share,” pintanya. (put/isk)