NURCHAMIM/RADAR SEMARANG
NURCHAMIM/RADAR SEMARANG
NURCHAMIM/RADAR SEMARANG

SEMARANG – Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah mencatat, angka sementara produksi pada Jateng tahun 2014 adalah sebesar 9,65 ton gabah kering giling. Angka tersebut lebih rendah dari angka tetap pada tahun sebelumnya yakni sebesar 10,34 juta ton.

“Tahun 2014 terjadi penurunan produksi sebesar 6,73 persen,” ujar Kepala Bidang Statistik Produksi BPS Jateng Totok Tavirijianto, kemarin (3/3).

Penurunan tersebut dipengaruhi oleh menurunnya luas panen tanaman padi sebesar 2,41 persen. Yaitu dari yang sebelumnya 1,85 juta hektar pada tahun 2013, menjadi 1,80 juta hektar pada tahun 2014.

Demikian halnya dengan angka produktivitas tanaman padi, yang juga mengalami penurunan, sebesar 2,41 persen. Yaitu dari sebesar 56,06 kw per hektare pada tahun 2013, turun menjadi 53,57 kw per hektare pada tahun 2014. “Penurunan ini disebabkan karena banjir pada awal tahun pada sebagian besar sentra produksi padi di Jawa Tengah. Sehingga 41 ribu hektar lebih sawah mengalami puso atau rusak dan tidak bisa dipanen,” ujarnya.

Berbeda dengan padi, produksi jagung di Jawa Tengah pada tahun 2014 justru mengalami peningkatan sebesar 4,11 persen atau 120,61 ribu ton dari produksi tahun 2013. Angka sementara produksi jagung pada tahun 2014 sebesar 3,05 juta ton pipilan kering. Peningkatan tersebut karena pengaruh dari meningkatnya luasan panen yang mencapai 6,04 ribu hektar dibanding tahun 2013.

Demikian halnya dengan produksi kedelai, pada tahun 2014 mencapai 125,47 ribu ton biji kering. Meningkat sebesar 26,15 ribu ton dibanding produksi pada tahun 2013. Peningkatan produksi ini juga disebabkan peningkatan luas panen dan angka produktivitas tanaman kedelai. “Luas panen tanaman kedelai tahun 2013 sebesar 65, 28 ribu hektar, bertambah menjadi 72,24 ribu hektar pada tahun 2014 atau naik sebesar 10.66 persen,” ujarnya. (dna/smu)