AKRAB: Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menyapa warganya di sela jalan sehat di Kelurahan Nongkosawit, kemarin. (Humas for Rase)
AKRAB: Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menyapa warganya di sela jalan sehat di Kelurahan Nongkosawit, kemarin. (Humas for Rase)
AKRAB: Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menyapa warganya di sela jalan sehat di Kelurahan Nongkosawit, kemarin. (Humas for Rase)

NONGKOSAWIT – Infrastruktur di Kelurahan Nongosawit mulai jalan, paving, talut, dan ipal, dirasa sudah cukup baik. Sehingga menunjang predikat kelurahan tersebut sebagai desa wisata. Oleh karena itu masyarakat setempat diminta menggali dan mengoptimalkan potensi yang sudah ada, agar para wisatawan tertarik berkunjung di Kelurahan Nongkosawit.

Menurut salah satu tokoh masyarakat setempat Warsono, lokasi tersebut dijadikan desa wisata karena adat dan budaya yang menarik dan beragam untuk dikembangkan. Seperti, di RW 1 terdapat budidaya agrowisata yang mengembangkan berbagai buah, ternak, seni budaya, dan peninggalan-peninggalan bersejarah. Di RW 2 terdapat keindahan alam berupa terasering sawah yang terhampar luas mirip seperti Ubud Bali, sedangkan Di RW 3 terdapat wisata air, kebun mrica dan kuda tunggang. ”Sementara di RW 4 terdapat homestay dan sawah seluas 5 hektare, di mana sering dilakukan panen raya serta berbagai macam kuliner menarik yang menambah keanekaragaman potensi. Guna menarik wisatawan kami menyediakan 5 paket wisata yang ditawarkan seperti one day tour, society, sepeda ontel tour, dan camping group,” paparya.

Namun keanekaragaman potensi wisata di Kelurahan Nongkosawit warga menganggap masih terdapat kekurangan. Hal itu disampaikan warga Sugiyanto RW 1 yang memohon bantuan gapura masuk di lokasi pintu gerbang wisata, sebagai tanda bahwa terdapat tempat yang menarik di dalamnya. ”Kami juga memohon dilakukan pelebaran pintu masuk desa wisata agar bus-bus yang mengangkut tamu dapat masuk karena selama ini sulit akses karena jalan terlalu sempit. Selain itu kami juga berharap dibangun gedung pertemuan sebagai tempat transit wisatawan yang ingin masuk desa sehingga menambah kelengkapan desa wisata ini,” pintanya di hadapan wali kota, usai jalan sehat bersama, kemarin (3/3).

Sementara itu wali kota menyatakan, sejauh ini pembangunan di Kelurahan Nongkosawit cenderung baik, karena infrastruktur dari jalan, paving, talut, ipal sudah baik sehingga kelurahan ini layak disebut sebagai desa wisata Kota Semarang.

Menanggapi hal harapan warga setempat, wali kota menyampaikan bahwa garpura akan segera dibangun dan diperkirakan selesai pada tahun 2016. ”Sedangkan untuk pelebaran pintu masuk dan pembangunan gedung pertemuan silahkan mengajukan dalam musrenbang tahun 2016 agar segera difasilitasi,” pungkasnya. Dalam kesempatan tersebut juga diserahkan secara simbolis buku kepemimpinan wali kota, Kartu Semarang Sehat, dan bantuan bibit tanaman kepada perwakilan warga setempat. (zal/ce1)