Teguh Dwi Paryono. (Ricky fitriyanto/radar semarang)
Teguh Dwi Paryono. (Ricky fitriyanto/radar semarang)
Teguh Dwi Paryono. (Ricky fitriyanto/radar semarang)

SEMARANG – Tingginya harga batu akik di pasaran menjadi salah satu penyebab jenis batu mulia ini diburu masyarakat. Tak ayal, mereka pun akan berusaha untuk mendapatkannya meskipun harus melakukan penambangan. Namun, ketika aktivitas penambangan tersebut tidak memiliki izin, maka pelakunya dapat dihukum hingga 10 tahun penjara.

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Teguh Dwi Paryono menjelaskan, batu akik merupakan batuan mineral dan kristal. Oleh karenanya, kegiatan penambangan atas batu itu telah diatur dalam Undang-Undang No 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara. ”Jika ada yang melanggar diancam hukuman penjara 10 tahun dan denda Rp 10 miliar,” ungkapnya.

Ditambahkan Teguh, sebenarnya batu akik itu sama dengan jenis batu-batuan lainnya. Yang menjadikan istimewa adalah karena faktor kekerasan, ketuaan, dan jenis batunya. Semakin langka maka harganya semakin mahal. ”Meski begitu, bagi kami sama saja. Tidak ada perketatan atasnya. Yang penting ada dokumen rencana pertambangannya,” imbuhnya.

Teguh mengaku pihaknya pernah menangkap penambang batu akik di Karangsambung, Kebumen karena tidak memiliki izin. Ia mengimbau kepada masyarakat jika ingin melakukan penambangan, maka terlebih dahulu harus mengajukan permohonan kepada Dinas ESDM. ”Tidak susah kok, asalkan tidak masuk kawasan yang dilarang,” tandasnya. (fai/ric/ce1)