POTENSIAL: Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Tengah akan mempermudah serta memfasilitasi pelancong yang akan berwisata menyusuri jejak Laksanama Cheng Ho di Semarang. (NURCHAMIM/RADAR SEMARANG)
POTENSIAL: Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Tengah akan mempermudah serta memfasilitasi pelancong yang akan berwisata menyusuri jejak Laksanama Cheng Ho di Semarang. (NURCHAMIM/RADAR SEMARANG)
POTENSIAL: Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Tengah akan mempermudah serta memfasilitasi pelancong yang akan berwisata menyusuri jejak Laksanama Cheng Ho di Semarang. (NURCHAMIM/RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Jejak kebesaran Laksamana Cheng Ho cukup banyak tersebar di Indonesia. Dikemas dalam sebuah perjalanan wisata, sejarah kebesaran tersebut dinilai cukup menarik untuk memikat wisatawan.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Tengah Prasetyo Aribowo mengatakan, pada abad XV Cheng Ho pernah singgah ke beberapa tempat diantaranya Batam, Bengkulu, Palembang, Cirebon, Gresik. “Di Jawa Tengah sendiri ada beberapa titik persinggahan Cheng Ho, yaitu Kota Semarang dan Lasem,” ujarnya, kemarin.

Semarang dan Lasem akan dikembangkan menjadi wisata budaya. Sam Poo Kong dan Pasar Semawis menjadi salah satu tempat yang dapat dikunjungi. Tak hanya melihat kemegahan jejak Cheng Ho, di kota ini wisatawan juga diajak mengenal penyebaran maupun akulturasi budaya China.

Sedangkan Lasem, akan lebih dieksplor pada proses pembuatan batik. Dengan demikian wisatawan tak hanya berkunjung dan melihat-lihat, mereka juga bisa merasakan pengalaman membuat batik, kerajinan maupun kuliner lainnya. “Kita akan kerjasama dengan banyak pihak untuk memberikan wisata yang menarik pada para wisatawan. Tak hanya melihat tapi mereka juga ikut melakukan, sehingga ada pengalaman yang didapat,” paparnya.

Jalur Samudra Wisata Cheng Ho ini membidik wisatawan keturunan China yang tersebar di seluruh dunia. Sisi emosional kesamaan etnis memberikan keuntungan tersendiri seperti Malaysia, Singapura dan lainnya. “Jejak Cheng Ho di Jateng dilengkapi dengan sajian budaya agar wisatawan tidak hanya tertarik ke Bali saja. Sejarah perjalanan tokoh ini akan memicu ingatan para wisatawan tentang kejayaan masa lalu,” urai Prasetyo.

Untuk mendukung program yang digagas oleh pemerintah pusat ini, akses menuju di Jateng pun dipermudah. Yaitu dengan penerbangan langsung dari China via Solo. “Jarak tempuh semakin cepat dan membuat wisatawan tidak bosan sebelum mencapai tujuan wisata,” tegasnya. (dna/smu)