Pemain Non-Unggulan Sukses Tembus Final

251
SENGIT: Meski tak ada kejutan, kejuaraan berlangsung seru, kualitas permainan dinilai meningkat. (TAUFIQ R/RADAR SEMARANG)
SENGIT: Meski tak ada kejutan, kejuaraan berlangsung seru, kualitas permainan dinilai meningkat. (TAUFIQ R/RADAR SEMARANG)
SENGIT: Meski tak ada kejutan, kejuaraan berlangsung seru, kualitas permainan dinilai meningkat. (TAUFIQ R/RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Kejuaraan bulutangkis tingkat kota atau kejurkot Tugu Muda Cup 2015 yang berakhir Minggu (1/3) kemarin, menorehkan hasil positif dari para pemain non unggulan. Tercatat, ada 6 pemain non seeded unggulan yang mampu melaju ke babak final. Sebanyak enam finalis non unggulan itu, berasal dari PB Pendowo, PB Hamas, PB Gatra, PB Nusantara Abadi dan PB Matahari Terbit.

Pemain non unggulan dari PB Pendowo, paling banyak menduduki final. Yakni meloloskan tiga pemain. Bahkan ketiganya sukses merengkuh juara pertama. Yaitu Mahimsa Sunnyl Isamir, Neyza Aulia Bahraini dan Jonathan Albert Purnawan. Mahimsa juara setelah menundukkan unggulan pertama Ino Uggi (PB Usm Jaya) 21-10, 21-15, Neyza mengalahkan unggulan tiga Ardita Anjani (PB Altrec) 21-18, 21-12, Jonathan membekap unggulan satu Nauval Syahputra (USM Tristar) 21-16, 21-13.

Pimpinan klub PB Pendowo, Hermawan Pamot Raharjo, menuturkan, materi pemain ini secara memiliki kualitas. “Sejak awal semuanya kita prediksikan tidak kesulitan di penyisihan. Kalau ternyata bisa juara, ya ini membuktikan prestasinya,” ungkapnya.

Gelar juara satu yang diraih Neyza, lanjut Hermawan, diluar prediksi. Sebab, di Nesya mampu mengatasi unggulan pertama dan kedua. “Prestasi itu menunjukkan permainannya makin matang. Tantangannya kini mereka harus meningkat kemampuan agar bisa bersaing,” ujarnya.

Sementara itu, dari klub lainnya, PB Hamas menempatkan satu pemain non unggulan di babak final kelompok tunggal anak-anak putri madya. Yakni, Tyas Umilatul Sholihah. Siswi kelas VI SD Wates Mangkang ini, maju ke final setelah mengalahkan Ang Joyceline Maria C (PB Pendowo), dengan angka ketat 21-10, 21-19. Sayangnya, di partai final Tyas takluk menghadapi unggulan satu Shava Qolbinadhiva dari PB Gatra. Ia kalah setelah melawan tiga set 21-9, 11-21, 21-14.

Pelatih PB Hamas, Eko Ali, mengungkapkan, kekalahan Tyas di final karena faktor mental. Tyas yang baru berlatih intensif 1,5 tahun terakhir, belum mampu menghadapi tekanan psikologis dari lawan maupun penonton. “Bisa dikatakan, dia kalah karena belum terbiasa tampil pada pertandingan penentuan. Ini kejuaraan pertamanya yang diikuti,” jelasnya.

Menurut Ali, permainan Tyas selama mengikuti kejuaraan Djarum Foundation Kejurkot Tugu Muda Cup 2015, mampu mengimbangi permainan lawan. “Dia lolos empat besar dengan angka telak 21-9, 21-3 dari Safia Dwista,” imbuhnya.

Meski gagal merengkuh juara pertama, Ali mengaku sangat puas dengan pencapaian tersebut. Tyas menunjukkan hasil yang memuaskan. “Selain Tyas, sebenarnya ada kemajuan pemain kelompok umur lainnya yang ikut petandingan, meskipun belum juara. Yaitu Fanessa Ramadhani dan Daffa Raihan. Dua pemain ini menunjukkan progress. Ketiganya kami harapkan mendapat prestasi lebih baik pada kejuaraan berikutnya,” pungkasnya. (fiq/smu)