Boleh Demo asal Tidak Merusak

Must Read

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di...

SEMARANG – Maraknya aksi demo oleh para nelayan menolak kebijakan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti yang berujung ricuh disayangkan Gubenur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Ganjar mengklaim Pemerintah Povinsi (Pemprov) telah berusaha membantu nelayan sehingga larangan penggunaan alat tangkap ikan jenis cantrang ditoleransi.

”Ora opo-opo (tidak apa-apa) demo asalkan tidak merusak. Sebenarnya, maksud dari Bu Susi itu baik. Sebagai bagian untuk menyetop illegal fishing,” ungkap Ganjar usai memberikan sambutan dalam acara Sosialisasi Bantuan Keuangan kepada Pemerintah Desa Provinsi Jawa Tengah Tahun 2015 yang digelar di Gedung Gradhika Bhakti Praja Kompleks Gubernuran, Selasa (3/3).

Ganjar menjelaskan, pihaknya telah melakukan komunikasi dengan yang bersangkutan jauh-jauh hari. Menurutnya, dengan kebijakan tersebut saat ini banyak nelayan dari Thailand, Tiongkok, Vietnam, Filipina, dan Malaysia yang tidak lagi mencuri di perairan Indonesia. Sehingga potensi kehilangan ikan 750 ribu ton tidak terjadi lagi.

”Sebenarnya para nelayan sudah diarahkan untuk menggunakan alat penangkap ikan lain seperti rawe, cikar yang tetap bisa mendapatkan hasil banyak. Minimal tidak over fishing,” imbuhnya seraya menunjukkan pesan singkat (SMS) dari Menteri Susi.

Terkait toleransi yang diberikan, lanjut Ganjar, harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. Dalam hal ini para nelayan diberi waktu hingga September untuk tetap menggunakan alat cantrang untuk kapal di bawah 30 GT dan area tangkap di bawah 12 mil. Namun jika melebihi ketentuan tersebut tidak dapat dibenarkan. ”Hal ini tidak lain untuk mengurangi konflik dan membantu kesejahteraan para nelayan,” terangnya.

Ganjar menegaskan, jika memang alat tangkap cantrang itu merusak lingkungan ia meminta untuk dilakukan uji dengan melibatkan beberapa pihak baik tingkat provinsi maupun nasional. Sehingga semuanya dapat melihat dan membuktikannya. ”Selama ini kita hanya mengira-ngira. Bagaimana hasilnya, akan kita sosialisasikan,” tandasnya.

Oleh karena itu, doa meminta kepada para nelayan untuk selalu menyampaikan aspirasinya dengan cara damai. Jika aksi tersebut berujung keributan, maka banyak pihak yang dirugikan. ”Ini sama sekali tidak produktif. Tidak perlu buat keramaian lain, karena sudah kita bantu Bahkan sehari setelah keputusan menteri itu ada, sudah kita komunikasikan,” tandasnya.

Terpisah, Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Jateng Djumali juga menyayangkan aksi demonstrasi nelayan yang berakhir bentrok di Batang. Ia menegaskan, jika memang ada unsur pidana yang dilakukan pada saat aksi, aparat kepolisian harus memprosesnya. Sebab, hal itu sudah di luar batas kewajaran dalam menyampaikan pendapat sebagaimana diatur dalam Undang-undang.

”HNSI selalu mengimbau anggotanya agar tidak melakukan tindakan anarkis pada setiap aksi unjuk rasa. Kalau sampai bentrok dan ada unsur anarkisme serta pidana, harus diusut,” ujar Djumali saat dihubungi via ponselnya.

Meski begitu, Djumali tetap meminta Menteri Susi untuk mengkaji ulang Peraturan Menteri (Permen) Kelautan dan Perikanan Nomor 2 Tahun 2015 itu. Jika kebijakan itu tetap diterapkan, ia meminta agar ada solusi bagi nelayan. Pasalnya, banyak nelayan cantrang yang kapalnya masih dalam status kredit. ”Saya yakin penggunaan cantrang tidak merusak lingkungan. Oleh karena itu, saya meminta agar penggunaan cantrang tetap diperbolehkan,” tandasnya.

Seperti diketahui, Selasa (3/3) ribuan nelayan melakukan aksi unjuk rasa berlangsung di jalur Pantura Batang, Massa yang merupakan nelayan di Kabupaten Batang dan sekitarnya serentak turun ke jalan. Mereka tak hanya berorasi, tapi juga menjurus anarkis. Sejumlah fasilitas umum rusak. Pot-pot bunga hancur. Massa juga memblokir jalur utama dan membakar tali kapal dan ban bekas di ruas jalan. Akibatnya lalu lintas menjadi macet. (fai/ric/ce1)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Latest News

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di timurnya. Kota yang di barat itu,...

Random News

Bisnis Online sambil Kuliah

RADARSEMARANG.COM - BAGI generasi Z, perkembangan teknologi menjadi peluang untuk mendapatkan banyak informasi. Hal itu pun berlaku bagi Oka Harmas Theana, yang menggunakan perkembangan...

Sidak, KLH Ambil 3 Sampel

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Polemik pabrik yang berdiri di Kawasan Industri Candi Blok C, Ngaliyan, Semarang, anatara PT  Havindo Pakan Optima dan PT Petropack Agro Industries tak kunjung usai. Padahal perkaranya saat ini masih...

FS dan DED Selesai Tahun Ini

TAHUN depan, normalisasi Banjir Kanal Timur (BKT) memasuki tahap konstruksi. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah mendapatkan izin kontrak multiyears dari Kementerian Keuangan untuk...

Eks Karyawan BRI Divonis 4 Tahun Penjara

MANYARAN - Dominico Bagus Aditya Wicaksana, terdakwa kasus pembobolan uang ATM milik Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Pandanaran, Kota Semarang, divonis 4 tahun penjara...

More Articles Like This

- Advertisement -