20 Pengusaha Katering Bersaing

148
LOMBA KUDAPAN : Juri lomba membuat kudapan berbahan panganan lokal, mencicipi makanan yang terbuat dari labu. (PRISTYONO/RADAR SEMARANG)
LOMBA KUDAPAN : Juri lomba membuat kudapan berbahan panganan lokal, mencicipi makanan yang terbuat dari labu. (PRISTYONO/RADAR SEMARANG)
LOMBA KUDAPAN : Juri lomba membuat kudapan berbahan panganan lokal, mencicipi makanan yang terbuat dari labu. (PRISTYONO/RADAR SEMARANG)

UNGARAN–Sedikitnya 20 perwakilan usaha jasa boga dan catering, Selasa (3/3) kemarin beradu kemampuan dalam lomba membuat kudapan berbahan pangan lokal seperti singkong, ketela, jagung dan labu. Lomba yang digelar oleh Kantor Ketahanan Pangan Kabupaten Semarang tersebut untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam membuat kudapan berbahan panganan lokal.
Menyusul adanya Surat Keputusan (SK) Bupati Semarang tentang penggunaan makanan berbahan lokal untuk kegiatan rapat di masing-masing dinas.

Namun panitia lomba membuat kudapan dengan tema Konsumen Cerdas Pilih Pangan Lokal itu, membatasi biaya pembuatan. Yakni, tidak boleh lebih dari Rp 2000 per kudapan. Para peserta kebanyakan menggunakan bahan baku labu dan jagung untuk membuat aneka makanan seperti puding, resoles dan lainnya.

“Selain untuk memperingati HUT Kabupaten Semarang, kegiatan tersebut juga untuk menciptakan agar masyarakat menyukai makanan berbahan lokal. Apalagi bupati telah membuat SK untuk masing-masing SKPD agar rapat maupun pertemuan, snack-nya pangan lokal,” tutur Ketua TP PKK Kabupaten Semarang, Bintang Narsasi Mundjirin.

Sementara itu, Kepala Kantor Ketahanan Pangan Kabupaten Semarang, Didik Wibawa mengatakan bahwa lomba ini bertujuan memunculkan inovasi penciptaan snack dengan bahan pangan lokal. Ternyata banyak peserta yang mampu menciptakan panganan berbahan lokal yang cukup enak.

“Masing-masing satuan kerja perangkat daerah (SKPD) setiap mengadakan pertemuan atau rapat bisa memesan makanan seperti ini. Jika banyak yang pesan, kebutuhan bahan baku akan meningkat. Sehingga petani ketela, labu dan singkong akan semakin bergairah,” kata Didik. (tyo/ida)