Save Remaja dari Kekerasan dalam Pacaran

161
PERGAULAN BEBAS: Sejumlah aktivis remaja yang tergabung dalam Youth Center Semarang menggelar aksi ’Save Remaja’ di tengah car free day Jalan Pahlawan, kemarin. (JOKO SUSANTO/RADAR SEMARANG)
PERGAULAN BEBAS: Sejumlah aktivis remaja yang tergabung dalam Youth Center Semarang menggelar aksi ’Save Remaja’ di tengah car free day Jalan Pahlawan, kemarin. (JOKO SUSANTO/RADAR SEMARANG)
PERGAULAN BEBAS: Sejumlah aktivis remaja yang tergabung dalam Youth Center Semarang menggelar aksi ’Save Remaja’ di tengah car free day Jalan Pahlawan, kemarin. (JOKO SUSANTO/RADAR SEMARANG)

PLEBURAN – Masih banyaknya kasus kekerasan dan pergaulan bebas di kalangan remaja, membuat keprihatinan tersendiri bagi para aktivis remaja yang tergabung dalam Perkumpulan Remaja Semarang (Youth Center Semarang). Mereka pun pun tergerak hatinya untuk mengampanyekan ’Save Remaja’. Difasilitasi Pilar Persatuan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Jateng, Minggu (1/3) pagi, menggelar kampanye di tengah car free day Jalan Pahlawan.

”Tujuanya untuk memberikan edukasi-edukasi dan informasi bagi masyarakat, khususnya remaja. Kami juga melakukan long march dari Jalan Pandanaran sampai Jalan Pahlawan, aksi damai dengan bubuhkan tanda tangan peserta dan pengunjung, dan bagi brosur,” kata Bara selaku koordinator aksi.

Menurutnya, zaman sekarang banyak remaja salah pergaulan. Oleh karena itu perlu adanya training adbocasi. ”Semua peserta diajak untuk menyusun isu remaja yang menjadi tren dan belum memiliki pemecahan yang dialami remaja. Selain itu peserta juga diminta menganalisis dan mempresentasikannya. Nah untuk car free day kemarin, merupakan bentuk penggalangan opini publik,” ujar mahasiswa Udinus tersebut.

Untuk besok, lanjut Bara, akan ada agenda diskusi dan dialog bersama Dinas Kesehatan Kota Semarang.
”Tujuannya sebagai pembelajaran dan praktik nyata dalam melakukan proses advokasi yang sudah digalang dari masyarakat khususnya remaja,” katanya.

Sementara, Syamsul, sekretaris kegiatan mengatakan, acara tersebut dimulai dari pukul 06.00-8.00 pagi yang diikuti 10 sekolah dan 3 Universitas di Kota Semarang. ”Semua ada 28 peserta, kami mengangkat isu mengenai KTD (Kehamilan Tidak Dikehendaki) dan KDP (Kekerasan Dalam Pacaran),” kata siswa MAN 1 Semarang tersebut.

Pengangkatan isu tersebut dipilih karena pihaknya melihat tingginya kasus KTD dan KDP di Kota Semarang.
Dari data yang diperoleh, remaja yang berkonsultasi ke Pilar PKBI Jateng sebanyak 2.967 remaja, meliputi 821 remaja berkonsultasi tentang permasalahan kesehatan reproduksi, 79 remaja kasus KTD. ”Itu data tahun 2011,” sebutnya

Sementara untuk tahun 2012, Syamsul menjelaskan, 63 kasus KTD dengan usia termuda 12 tahun. Pada 2013 ada 64 kasus KTD dan 67 kasus KTD di 2014. Dengan tingginya kasus tersebut pihaknya berharap dengan kegiatan seperti ini, kesadaran remaja untuk berperilaku positif bisa meningkat, sehingga angka tersebut bisa ditekan. (mg21/zal/ce1)