DIRAZIA: Operasi gabungan yang digelar Polres Kendal di Jalur Pantura Kaliwungu Kendal, kemarin. (BUDI SETYAWAN/RADAR SEMARANG)
DIRAZIA: Operasi gabungan yang digelar Polres Kendal di Jalur Pantura Kaliwungu Kendal, kemarin. (BUDI SETYAWAN/RADAR SEMARANG)
DIRAZIA: Operasi gabungan yang digelar Polres Kendal di Jalur Pantura Kaliwungu Kendal, kemarin. (BUDI SETYAWAN/RADAR SEMARANG)

KENDAL – Ratusan kendaraan bermotor terjaring operasi gabungan yang digelar Polres Kendal, kemarin. Petugas berhasil menyita sembilan unit kendaraan yang diduga barang hasil perampasan. Tujuh diantaranya kendaraan roda dua dan dua lainnya kendaraan roda empat. Kendaraan langsung ditahan lantaran pengendara tidak dapat menunjukkan surat kepemilikan kendaraan maupun surat izin mengemudi (SIM).

Selain menyita kendaraan, dalam operasi polisi juga menyita barang bukti kelengkapan kendaraan yakni 45 berupa SIM dan STNK. “Motor yang kami tahan dapat diambil kalau pemilik sudah bisa menunjukkan surat kepemilikan kendaraan,” kata Kapolres Kendal AKBP Harryo Sugihartono, Senin (2/3) kemarin.

Operasi digelar untuk mengantisipasi penyelundupan kendaraan bermotor yang dilakukan begal jalanan. Sebagai antisipasi, maka kendaraan yang tidak memiliki kelengkapan akan langsung disita dan dilakukan penilangan.

Operasi sendiri dilakukan di dua titik, yakni di Weleri berbatasan Kabupaten Batang dan di Kaliwungu yang berbatasan Kota Semarang. Dua titik menjadi alternatif para begal atau perampas motor untuk membawa masuk dan melarikan hasil barang curiannya untuk dibawa keluar kota.

Kasatreskrim Polres Kendal, Iptu Fiernando Andriansyah menambahkan, dalam razia juga diperiksa barang bawaan pengendara. Yakni dengan memeriksa bagasi mobil, jok motor dan barang-barang yang diangkut menggunakan mobil boks. “Semua barang kami periksa, untuk mengantisipasi adanya penyelundupan berbagai barang berbahaya. Seperti senjata tajam, narkoba atau barang yang tidak memiliki dokumen pengiriman resmi. Sebab juga marak mobil boks yang menjadi dengan modus jasa pengiriman barang, tapi ternyata isinya barang selundupan,” katanya.

Operasi antisipasi begal ini akan terus dilaksanakan berlanjut sampai nanti dinyatakan kondisi sudah aman. Tidak hanya dilakukan di jalan-jalan perbatasan, tapi jalan-jalan jalur alternatif. Sebab pencuri dan begal diduga kuat melewati jalur alaternatif ketimbang jalur ramai lalu lintas.

Dalam operasi tersebut polisi menyita salah satunya mobil Toyota Alphard warna silver dengan nopol B 998 MPR. Mobil tersebut dikendarai oleh Mahfudz bersama temannya Abdul Azis. Saat disita, Mahfudz mengatakan jika mobil yang dikendarainya adalah mobil Anggota DPR RI perwakilan Dapil Madura.

Mobil tersebut disita lantaran Mahfudz tidak dapat menunjukkan surat kelengkapan kendaraan, baik STNK atau bukti kepemilikan lainnya. “Karena STNK dalam proses perpanjangan. Tapi mobil ini milik anggota DPR RI, saya hanya membawakan karena pemiliknya sedang ada musibah,” akunya. (bud/fth)