PABBSI Jawa Tengah Berburu Lifter

181
PERBANYAK KEJUARAAN: Ketua Umum PABBSI Jateng Agus S Winarto (kiri) dan Ketua PABBSI Kota Semarang Puryanto (kanan) bersama para juara benchpress terbuka untuk kelas 70+ kg, Minggu (1/3). (ISMU P/RADAR SEMARANG)
PERBANYAK KEJUARAAN: Ketua Umum PABBSI Jateng Agus S Winarto (kiri) dan Ketua PABBSI Kota Semarang Puryanto (kanan) bersama para juara benchpress terbuka untuk kelas 70+ kg, Minggu (1/3). (ISMU P/RADAR SEMARANG)
PERBANYAK KEJUARAAN: Ketua Umum PABBSI Jateng Agus S Winarto (kiri) dan Ketua PABBSI Kota Semarang Puryanto (kanan) bersama para juara benchpress terbuka untuk kelas 70+ kg, Minggu (1/3). (ISMU P/RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Sangat sulit mencari atlet muda yang mau menggeluti olahraga angkat berat. Pengprov Persatuan Angkat Besi, Angkat berat dan Binaraga seluruh Indonesia (PABBSI) Jawa Tengah, terus aktif menggelar kejuaraan serta melakukan berbagai terobosan agar olahraga tersebut makin banyak yang memintai hingga berujung prestasi.

Seperti yang dilakukan Pengprov PABBSI Jateng bekerjasama dengan Pengkot PABBSI Kota Semarang Minggu (1/3), digelar lomba khusus benchpress di area parkir Pasaraya Sri Rati Jalan Pemuda Semarang. Benchpress, adalah salah satu nomor angkatan dalam angkatan berat selain deadlift dan squat.

“Angkat berat yang merupakan salah satu cabang dari PABBSI ini memang kurang popular, sehingga cukup sulit menarik minat anak-anak muda untuk menggeluti olahraga ini. Karena itu kita terus aktif menggelar event seperti ini, agar angkat berat makin dikenal,” ujar Agus S Winarto, Ketua PABBSI Jateng, didampingi Puryanto, Ketua PABBSI Kota Semarang, kemarin.

Dipilihnya, sebuah pusat perbelanjaan, adalah salah satu upaya dari massalisasi olahraga ini. Agus menyediakan hadiah uang tunai total Rp 6 juta untuk dua kelas yang dipertandingkan di kejuaraan kemarin, yakni kelas -70 kg dan 70 kg+. “Enam bulan lagi, akan kita bikin lagi event serupa, semoga peminatnya akan lebih banyak,sehingga kita bisa melihat potensi para atlet untuk kita bina lebih lanjut,” tegasnya.

Tampil sebagai juara untuk kelas -70 kg adalah Kustiono dari Kota Semarang dengan berat badan 58,4 kg dan berhasil mengangkat sebarat 130 kg, disusul Yudi dari Kabupaten Semarang dengan berat badan 51 kg dan angkatan terbaiknya adalah 105 kg, serta juara ketiga Muji dari Demak, dengan berat 57 kg dan angkatan terbaik 110 kg.

Untuk kelas 70 kg+, juara pertama adalah Gogon dari Solo, dengan berat badan 78 kg dan mengangkat beban seberat 150 kg. Juara kedua Sigit dari Kendal dengan berat badan 83,4 kg dan angkatan terbaiknya 150 kg, serta juara ketika Redy dari Semarang dengan berat badan 73 kg berhasil mengangkat beban 140 kg. (smu)

Silakan beri komentar.