RESAH: Gas Elpiji Melon di pangkalan Kabupaten Kendal yang akan disetok ke agen-agen. (BUDI SETYAWAN/RADAR SEMARANG)
RESAH: Gas Elpiji Melon di pangkalan Kabupaten Kendal yang akan disetok ke agen-agen. (BUDI SETYAWAN/RADAR SEMARANG)
RESAH: Gas Elpiji Melon di pangkalan Kabupaten Kendal yang akan disetok ke agen-agen. (BUDI SETYAWAN/RADAR SEMARANG)

KENDAL – Warga Cepiring diresahkan dengan banyaknya temuan gas elpiji tiga kilogram atau gas elpiji melon yang isinya hanya separo. Hal itu diketahui warga setelah gas yang baru mereka beli ternyata saat dipasang jarum panel tekanan gas pada regulator kompor gas tidak naik ke atas. Yakni hanya sampai tengah-tengah saja. “Padahal biasanya kalau kita beli baru, pasti tekanan full naik ke atas sampai warna kuning. Nah ini hanya sampai pada tengah-tengah pada warna biru saja,” kata Warga Perumahan Cepiring Indah, Bambang Kristanto.

Warga perumahan Cepiring Indah awalnya tak mengira karena biasanya warga membeli gas masih dalam kondisi tersegel plastik dan dilengkapi dengan karet. Tapi setelah dipakai, hanya bertahan satu minggu saja. “Jika penuh, biasanya satu tabung gas elpiji melon itu bisa untuk 10 sampai 12 hari,” imbuhnya.

Kejadian tersebut berulang selama beberapa pekan satu bulan terkahir. Akhirnya ada warga yang cerita jika gas ternyata tidak penuh terisi. “Lalu pas saya beli gas, saya cek ternyata benar. Isinya hanya separuh saja,” tambahnya.

Sri Utami, warga Perumahan Cepiring Indah lainnya menambahkan atas temuan tersebut, warga sudah komplain ke pengecer elpiji. Tapi hasilnya masih sama, pengecer juga tidak mengetahui penyebabya kenapa gas bisa kurang dari tiga kilogram. “Warga sudah nyari hampir disebagian pengecer ternyata hasilnya sama, hanya setengah saja gas yang terisi. Jadi tidak ada yang penuh. Warga sendiri sudah jengkel, tapi karena kebutuhan warga harus membelinya meski isinya hanya separuh saja,” katanya.

Salah seorang pengecer, Romdon mengaku, beberapa pekan terakhir banyak pelanggan yang membeli elpiji ukuran tiga kilogram protes. Mereka curiga gas tidak terisi penuh karena jarum panel regulator tidak sampai naik ke warna kuning. “Kami sudah melaporkan ke pangkalan, tapi tidak pernah ada tanggapan. Kami pengecer hanya menjual saja, tidak mengetahui isinya berapa. Kami sebagai pengecer juga tidak bisa mengurangi karena tabung disegel. Jadi kemungkinan kecurangan ada di pangkalan gas,” tambahnya. (bud/fth)