Keluhkan Gelap dan Lembabnya Pasar

Must Read

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di...

TIDAK PUAS: Perwakilan pedagang tas dan sepatu korban kebakaran Pasar Induk Wonosobo saat berdialog dengan Kepala Disperindag dan Sekda. (SUMALI IBNU CHAMID/RADAR KEDU)
TIDAK PUAS: Perwakilan pedagang tas dan sepatu korban kebakaran Pasar Induk Wonosobo saat berdialog dengan Kepala Disperindag dan Sekda. (SUMALI IBNU CHAMID/RADAR KEDU)

WONOSOBO—Pembagian lapak untuk pedagang korban kebakaran Pasar Induk Wonosobo, masih terus menyisakan masalah. Kali ini datang dari kelompok pedagang tas dan sepatu. Mereka sebenarnya sudah dibangunkan kios di lantai dasar Pasar Induk. Tapi, sepertinya pedagang tas dan sepatu belum puas. Mereka pun mengajukan protes. Alasannya, lokasi saat ini kurang strategis. Keluhan mereka sepi pembeli, gelap, dan lembab.

Kemarin, perwakilan pedagang mendatangi kantor bupati. Mereka berdialog dengan Kepala Disperindag dan Sekda. Perwakilan pedagang sepatu dan tas, Utri, mengatakan, sejumlah pedagang—utamanya tas dan sepatu— merasa tidak puas dengan proses relokasi. Alasan mereka, tempat yang digunakan saat ini kurang strategis. Selain sepi pembeli, kondisi pasar yang gelap dan lembab, juga menjadi keluhan. “Lokasi di parkiran lantai dasar pasar induk tidak sesuai dengan harapan para pedagang,” katanya.

Utri menyebut, lokasi bagi pedagang tas dan sepatu gelap karena kurang penerangan. Selain itu, ventilasi udara kurang. Sehingga udara menjadi lembab. Hal itu berdampak pada barang dagangan yang sebagian besar berupa tas dan sepatu menjadi kusut dan berjamur.

“Kondisi ini tentu mempengaruhi tingkat penjualan barang. Untuk itu, kami minta dipikirkan lokasi yang lebih baik,” katanya.

Dikatakan, pedagang siap menerima lokasi baru yang lebih strategis. Bahkan, pedagang siap meski lokasi yang baru nantinya jauh lebih sempit. “Lebih kecil tidak apa-apa. Yang penting strategis sehingga laku,” katanya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Wonosobo Sumedi mengatakan, saat ini masih ada sekitar 60-70 pedagang yang belum mendapatkan kios atau los. Karena itu, jika nantinya ada relokasi ulang, pihaknya khawatir muncul masalah baru yang menimbulkan kekisruhan dan kecemburuan.

“Untuk masalah kelembaban, kami akan lakukan peninjauan kembali sehingga bisa dicari jalan keluarnya, termasuk penerangan segera dicek,” katanya.

Sekda Eko Sutrisno Wibowo menambahkan, pada dasarnya relokasi merupakan keputusan final yang sudah disepakati oleh semua pedagang korban kebakaran pasar. Tempat dan jumlahnya juga sudah ditentukan sesuai data yang ada. “Jadi, tidak ada relokasi lagi bagi pedagang yang sudah menempati tempat yang sudah ditetapkan,” tegasnya. (ali/isk)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Latest News

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di timurnya. Kota yang di barat itu,...

Random News

Bapak-Anak Tewas Terlindas Truk

KENDAL - Nahas dialami bapak dan anak gadisnya. Keduanya tewas mengenaskan dilindas truk di jalur pantura, tepatnya di Desa Gondang, Cepiring, Kendal. Mereka...

Waspada Premanisme Politik

MAGELANG – Pelaksanaan pemilu kepala daerah (pilkada) 2018 dan dilanjutkan dengan pemilihan legislatif (pileg) serta pemilihan presiden (pilpres) 2019 rawan terjadi konflik. Untuk itu,...

PNS Lapas Kedungpane Tewas di Pos Satpam

KEDUNGPANE - Seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kelas IA Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kedungpane ditemukan tidak bernyawa di pos satpam, Kamis (18/2) pagi. PNS bagian...

Pengembang Wajib Bangun IPAL Komunal



BALAI KOTA — Setiap pengembang perumahan di Kota Semarang wajib untuk mendirikan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) komunal. Utamanya perumahan yang memiliki luas 1 hektare...

More Articles Like This

- Advertisement -