TIDAK PUAS: Perwakilan pedagang tas dan sepatu korban kebakaran Pasar Induk Wonosobo saat berdialog dengan Kepala Disperindag dan Sekda. (SUMALI IBNU CHAMID/RADAR KEDU)
TIDAK PUAS: Perwakilan pedagang tas dan sepatu korban kebakaran Pasar Induk Wonosobo saat berdialog dengan Kepala Disperindag dan Sekda. (SUMALI IBNU CHAMID/RADAR KEDU)
TIDAK PUAS: Perwakilan pedagang tas dan sepatu korban kebakaran Pasar Induk Wonosobo saat berdialog dengan Kepala Disperindag dan Sekda. (SUMALI IBNU CHAMID/RADAR KEDU)

WONOSOBO—Pembagian lapak untuk pedagang korban kebakaran Pasar Induk Wonosobo, masih terus menyisakan masalah. Kali ini datang dari kelompok pedagang tas dan sepatu. Mereka sebenarnya sudah dibangunkan kios di lantai dasar Pasar Induk. Tapi, sepertinya pedagang tas dan sepatu belum puas. Mereka pun mengajukan protes. Alasannya, lokasi saat ini kurang strategis. Keluhan mereka sepi pembeli, gelap, dan lembab.

Kemarin, perwakilan pedagang mendatangi kantor bupati. Mereka berdialog dengan Kepala Disperindag dan Sekda. Perwakilan pedagang sepatu dan tas, Utri, mengatakan, sejumlah pedagang—utamanya tas dan sepatu— merasa tidak puas dengan proses relokasi. Alasan mereka, tempat yang digunakan saat ini kurang strategis. Selain sepi pembeli, kondisi pasar yang gelap dan lembab, juga menjadi keluhan. “Lokasi di parkiran lantai dasar pasar induk tidak sesuai dengan harapan para pedagang,” katanya.

Utri menyebut, lokasi bagi pedagang tas dan sepatu gelap karena kurang penerangan. Selain itu, ventilasi udara kurang. Sehingga udara menjadi lembab. Hal itu berdampak pada barang dagangan yang sebagian besar berupa tas dan sepatu menjadi kusut dan berjamur.

“Kondisi ini tentu mempengaruhi tingkat penjualan barang. Untuk itu, kami minta dipikirkan lokasi yang lebih baik,” katanya.

Dikatakan, pedagang siap menerima lokasi baru yang lebih strategis. Bahkan, pedagang siap meski lokasi yang baru nantinya jauh lebih sempit. “Lebih kecil tidak apa-apa. Yang penting strategis sehingga laku,” katanya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Wonosobo Sumedi mengatakan, saat ini masih ada sekitar 60-70 pedagang yang belum mendapatkan kios atau los. Karena itu, jika nantinya ada relokasi ulang, pihaknya khawatir muncul masalah baru yang menimbulkan kekisruhan dan kecemburuan.

“Untuk masalah kelembaban, kami akan lakukan peninjauan kembali sehingga bisa dicari jalan keluarnya, termasuk penerangan segera dicek,” katanya.

Sekda Eko Sutrisno Wibowo menambahkan, pada dasarnya relokasi merupakan keputusan final yang sudah disepakati oleh semua pedagang korban kebakaran pasar. Tempat dan jumlahnya juga sudah ditentukan sesuai data yang ada. “Jadi, tidak ada relokasi lagi bagi pedagang yang sudah menempati tempat yang sudah ditetapkan,” tegasnya. (ali/isk)