LEBIH MUDAH: Petugas Samsat online saat melayani pembayaran pajak melalui ATM Samsat di lantai dasar kantor Gubernuran. (AHMAD FAISHOL/RADAR SEMARANG)
LEBIH MUDAH: Petugas Samsat online saat melayani pembayaran pajak melalui ATM Samsat di lantai dasar kantor Gubernuran. (AHMAD FAISHOL/RADAR SEMARANG)
LEBIH MUDAH: Petugas Samsat online saat melayani pembayaran pajak melalui ATM Samsat di lantai dasar kantor Gubernuran. (AHMAD FAISHOL/RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Ada yang sedikit berbeda saat memasuki kompleks Kantor Gubernur Jawa Tengah, Senin (2/3). Tampak beberapa petugas melakukan sosialisasi kepada sejumlah Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan tersebut. Ternyata mereka mengenalkan bagaimana menggunakan ATM Samsat yang terbilang masih baru.

”Kami sengaja melakukan sosialisasi di sini karena para PNS menggunakan Bank Jateng. Hal ini sebagai upaya jemput bola mengajak pengguna ATM Bank Jateng untuk menggunakan ATM Samsat,” ungkap Djatmiko, salah satu petugas jaga dari Samsat III Semarang Barat.

Dijelaskan, penggunaan ATM Samsat Kali pertama diluncurkan sekitar dua bulan lalu. Saat ini baru menggandeng satu bank sebagai mitra pembayaran yakni Bank Jateng. Keunggulan menggunakan ATM Samsat ini adalah pembayar pajak kendaraan tak perlu repot mengantre di kantor Samsat untuk bayar pajak. Bahkan, satu kartu Bank Jateng bisa membayar beberapa kendaraan asalkan menggunakan alamat yang sama. ”Misal itu ada motor punya anak, bapak, atau saudara serumah, bisa bayar dalam satu ATM,” imbuh Djatmiko.

Adapun syarat untuk dapat menggunakan ATM Samsat, lanjutnya, cukup melampirkan identitas diri asli berupa KTP dengan STNK, BPKB asli, serta kartu ATM Bank Jateng. Selanjutnya pendaftar ATM Samsat akan mengisi formulir yang disetujui pihak pemohon. ”Untuk motor yang masih kredit, bisa melampirkan surat leasing kendaraan dari perusahaan yang bersangkutan, jadi ada stempel BPKB-nya. Jika semua syarat lengkap, selanjutnya kami verifikasi,” terangnya menambahkan masih akan melakukan sosialisasi hingga hari ini Selasa (3/3).

Meskipun memiliki banyak kelebihan, Djatmiko tidak menampik jika masih ada beberapa kekurangan dalam penggunaan ATM Samsat ini. Di antaranya hanya bisa digunakan untuk kendaraan pribadi baik roda dua atau empat. Adapun untuk kendaraan umum belum bisa dilakukan karena harus melampirkan surat uji layak beroperasi atau KIR. ”Selain itu, bank yang digunakan juga baru satu. Yaitu Bank Jateng. Ke depan akan ditingkatkan kerja sama dengan perbankan lainnya,” katanya mengaku cara ini baru ada di Semarang. (fai/ric/ce1)