Muh Zen Adv. (RADAR SEMARANG FILES)
Muh Zen Adv. (RADAR SEMARANG FILES)
Muh Zen Adv. (RADAR SEMARANG FILES)

SEMARANG – Mulai tahun ini, kelulusan sekolah tidak hanya berdasarkan hasil Ujian Nasional (unas). Untuk kelulusan para siswa, semua diserahkan pihak sekolah masing-masing. Artinya, dalam hal ini sekolah memiliki kewenangan penuh untuk menentukan apakah siswa itu lulus atau tidak.

DPRD Jateng meminta agar pihak sekolah terutama guru bisa lebih transparan dan tidak menjadi momok menakutkan bagi kelulusan siswa. ”Guru sekarang memiliki kesamaan untuk meluluskan siswa. Kami berharap guru jangan memberi ancaman dan tekanan kepada siswanya,” kata anggota Komisi E DPRD Jateng, Muh Zen Adv.

Ia mencontohkan, saat kelulusan masih berdasarkan unas, unas seolah menjadi momok yang menakutkan bagi siswa. Ia tidak ingin, ketika kewenangan diberikan sekolah justru mengulangi hal yang sama. Pihak sekolah harus bisa memberikan ketenangan agar siswa bisa mengakhiri sekolah dengan aman dan tenang. ”Ini justru akan menjadi nilai positif. Bagaimana sekolah mampu meluluskan berdasarkan aspek afektif, psikomototrik, dan kognitif,” imbuhnya.

Zen menyambut baik dengan sistem kelulusan yang dikembalikan ke pihak sekolah. Sebab kebijakan itu sesuai dengan amanat UU Sisdiknas yang menyatakan jika yang memberikan nilai siswa didik adalah guru. Guru yang selama ini selalu bersama dan memberikan pelajaran bagi siswanya. ”Ini lebih bagus, karena penilaian kelulusan tidak hanya berdasarkan ujian satu hari. Tapi akumulasi dari tiga tahun selama siswa belajar di kelas,” tambahnya.

Ia berharap, dengan sistem ini sekolah jangan kemudian memanfaatkan kesempatan. Untuk nilai kelulusan, sekolah harus benar-benar berdasarkan hasil siswa. Ketika siswa nilainya buruk, jangan karena gengsi kemudian nilainya ditambah. ”Ini menjadi langkah bagus, karena selain praktis juga akan memperbaiki dunia pendidikan,” tambahnya.

Menyikapi adanya penerapan unas online, dewan menyambut baik. Dewan mendukung penuh, karena program itu untuk memajukan dunia pendidikan. Dengan ujian online, jelas akan lebih transparan dan bisa membuat siswa melek teknologi. Meski begitu, untuk pelaksanaannya harus dipersiapkan secara matang agar hasilnya maksimal. ”Ini prgram yang bagus, jadi memang harus diterapkan. Saya kira di Jateng siap,” kata Ketua Komisi E DPRD Jateng, AS Sukawijaya.

Ia menilai, program ujian online tidak akan bisa dirasakan langsung karena membutuhkan waktu lama. Karena masih memerlukan penyesuaian, terutama mengenai kesiapan infrastruktur teknologi serta SDM di sekolah. ”Memang masalah infrastruktur harus dibangun dengan bagus. Agar unas online bisa berjalan lancar dan maksimal,” imbuhnya. (fth/ric/ce1)