SIDAK RUTIN: Wali Kota Sigit Widyonindito meninjau pelaksanaan kegiatan belajar-mengajar di Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri Kota Magelang, kemarin. (PUPUT PUSPITASARI/RADAR KEDU)
SIDAK RUTIN: Wali Kota Sigit Widyonindito meninjau pelaksanaan kegiatan belajar-mengajar di Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri Kota Magelang, kemarin. (PUPUT PUSPITASARI/RADAR KEDU)
SIDAK RUTIN: Wali Kota Sigit Widyonindito meninjau pelaksanaan kegiatan belajar-mengajar di Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri Kota Magelang, kemarin. (PUPUT PUSPITASARI/RADAR KEDU)

MAGELANG–Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri Kota Magelang membiasakan siswa-siswinya membaca Alquran sebelum memulai pelajaran.

Kepala Sekolah MTs Negeri Kota Magelang, Khaerun mengatakan, pemahaman agama perlu diterapkan kepada siswanya. Tujuannya, untuk membentengi perilaku yang menyimpang. Baik yang merugikan diri sendiri, orang lain, negara, bahkan perbuatan yang bisa melukai agama.

“Alquran juga menjadi pencerah bagi siswa dan mencegah para siswa berperilaku negatif yang bertentangan dengan ajaran Islam,” katanya, kemarin, di sela-sela menerima sidak Wali Kota Sigit Widyonindito.

Menurut Khaerun, membaca Alquran menjadi rutinitas setiap hari. Khusus Jumat, semua siswa diajak untuk membaca surat Yasin. Kegiatan juga didukung ekstrakurikuler keagamaan seperti tartil dan kesenian rebana.

Selain itu, ada kelas unggulan yang tiap hari ada tambahan pendalaman bahasa Inggris, pidato bahasa Arab dan olimpiade sains.

Bagi siswa yang masuk seleksi mengikuti kelas tersebut, pulangnya lebih sore, ketimbang yang reguler. Kelas reguler pulang pukul 14.00 siang. Sedangkan kelas unggulan, kegiatan belajar mengajar (KMB) sampai pukul 15.30.

Pada kesempatan sidak ke MTs tersebut, Wali Kota Sigit Widyonindito dan Wakilnya, Joko Prasetyo kagum dengan program-program unggulan sekolah. Menurut Sigit, kegiatan akademik maupun agama harus seimbang. “Agama adalah fondasi penting untuk membangun mental dan moral siswa ke arah yang lebih baik,” pesan Sigit. (put/isk)