Tolak Balak, Bakar Boneka Kambing

165
RUWAT JIONG: Warga Tri Dharma di Kelenteng Liong Hok Bio Magelang membakar replika rumah sebagai syarat dalam ritual ciswak. (AHSAN FAUZI/RADAR KEDU)
RUWAT JIONG: Warga Tri Dharma di Kelenteng Liong Hok Bio Magelang membakar replika rumah sebagai syarat dalam ritual ciswak. (AHSAN FAUZI/RADAR KEDU)
RUWAT JIONG: Warga Tri Dharma di Kelenteng Liong Hok Bio Magelang membakar replika rumah sebagai syarat dalam ritual ciswak. (AHSAN FAUZI/RADAR KEDU)

MAGELANG- Umat Tri Dharma di Kota Magelang, Minggu (1/3) menggelar ritual po un atau ci swak di Tempat Ibadah Tri Darma (TITD) atau Kelenteng Liong Hok Bio Magelang. Ritual ini merupakan tolak balak dan diyakini akan mampu menjauhkan diri dari berbagai bencana selama setahun mendatang.

Ci swak tak hanya diikuti warga Magelang saja, tapi ada juga yang datang dari luar kota. Seperti Semarang, Kudus dan Pati.

Dalam ritual yang dipimpin Rohaniwan Niko A Sie atau Chen Fung Sioe asal Semarang ini, umat memanjatkan doa yang dipersembahkan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa dan dewa-dewa. Nama setiap umat, shio, umur serta alamat yang mengikuti ritual ini, disebut satu per satu.

”Kami meminta kepada Tuhan Yang Maha Esa agar dalam menjalani kehidupan ini selalu diberikan kesehatan dan keselamatan,” kata Niko saat memimpin doa.

Ketua Harian TITD Liong Hok Bio Magelang Wong Soek Li mengatakan, ritual ini diselenggarakan setiap tahun, setelah perayaan Imlek. Untuk Tahun Kambing ini, lanjut dia. arah yang baik atau kejayaan berada di utara dan selatan sedangkan arah yang tidak baik berada di barat.

Setelah mengikuti ritual ini, para umat akan mendapatkan bingkisan berupa makanan yang nantinya akan dimakan bersama keluarganya sebagai penolak dari berbagai bencana, penyakit, serta diberi kelancaran rezeki. Umat yang belum dapat jodoh diharapkan segera dimudahkan jodohnya, yang belum punya keturunan segera diberi keturunan dan lain sebagainya.
”Misalnya permen yang rasanya manis. Artinya, selama menjalani kehidupan mendatang diharapkan akan selalu manis, makan kue lapis, hidup ini memang berlapis-lapis dan tadi juga menerobos kandang kambing, supaya perjalanan ke depan tidak ada halangan dan rintangan,” jelasnya.

Setelah melakukan sembahyang, umat membakar boneka kambing, sebagai simbol untuk tolak balak dan dalam perjalanan di Tahun Kambing ini terhindar dari bencana. (mg2/ton)