Tiga Klub Dominasi Final Utama

402
FINAL PENDOWO: Laga derby PB Pendowo di kelompok tunggal usia remaja utama putri antara Oei Elisa Sanyoso dan Christina Natalia H. (TAUFIK/RADAR SEMARANG)
FINAL PENDOWO: Laga derby PB Pendowo di kelompok tunggal usia remaja utama putri antara Oei Elisa Sanyoso dan Christina Natalia H. (TAUFIK/RADAR SEMARANG)
FINAL PENDOWO: Laga derby PB Pendowo di kelompok tunggal usia remaja utama putri antara Oei Elisa Sanyoso dan Christina Natalia H. (TAUFIK/RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Babak puncak pertandingan Djarum Foundation Kejurkot Tugu Muda Cup 2015 yang berlangsung Minggu (1/3) petang kemarin, diwarnai kejutan di laga kelompok utama. Tercatat pemain dari 3 klub mampu tampil dominan dengan menguasai semua tempat di babak final. Partai all final ini diraih oleh PB Matahari Terbit, PB Pendowo dan satu lagi PB Bintang Perkasa.

Final derby PB Matahari Terbit, terjadi di tingkat tunggal usia dini utama putra. Mempertemukan non unggulan M Hidayat Abiyyi dengan unggulan dua M Bangkit Satria W. Pertandingan ini berakhit dengan kemenangan Bangkit 13-21,11-21.

Laga derby inipun terasa istimewa, karena dua pemain tersebut bersaudara. Sebelumnya, Hidayat yang lebih muda dari Bangkit, mampu maju final setelah di babak semifinal lawannya yaitu unggulan satu Jonathan Valentino RS (PB Sehat), tidak mampu melanjutkan laga karena sakit. Pertandingan ini berhenti di game kedua dengan angka kemenangan Hidayat 21-18, 11-5. Sedangkan Bangkit lolos final dengan mengalahkan non-unggulan Satria Sidan (PB Gatra) 21-11, 22-20.

Pada tunggal usia remaja utama bagian putra, partai final direbut PB Pendowo dengan menempatkan unggulan satu Christina Natalia H dan non unggulan Oei Elisa Sanyoso. Natalia lolos semifinal melalui tiga game mengalahkan Putri Sukma Arum (PB USM Jaya) 14-21, 21-7, 21-19. Elisa memberi kejutan dengan merebut tiket final dari tangan unggulan dua Salsabila Anjali (PB Altrec) 21-10, 21-11.

Pelatih PB pendowo, Pradana mengungkapkan, dua pemain putri yang kerap dibawa tanding luar daerah ini sudah diprediksi mampu menangani permainan lawan. “Oei Elisa Sanyoso tampil luar biasa karena peluangnya imbang menang dan kalah. Jadi ini mtovasi bagus buatnya. Kalau Natalia secara teknik dia menonjol, tetapi memang sering permainannya sering drop. Seperti pertandingan semifinal, dia harus main tiga game,” ujarnya disela partai derby ini dimulai. (fiq/smu)