TERTANGKAP : Petugas Satlantas Polres Semarang mengangkut sepeda motor yang tertangkap saat digunakan untuk balapan liar di Jalan Diponegoro Ungaran, kemarin. (PRISTYONO/RADAR SEMARANG)
TERTANGKAP : Petugas Satlantas Polres Semarang mengangkut sepeda motor yang tertangkap saat digunakan untuk balapan liar di Jalan Diponegoro Ungaran, kemarin. (PRISTYONO/RADAR SEMARANG)
TERTANGKAP : Petugas Satlantas Polres Semarang mengangkut sepeda motor yang tertangkap saat digunakan untuk balapan liar di Jalan Diponegoro Ungaran, kemarin. (PRISTYONO/RADAR SEMARANG)

UNGARAN – Polres Semarang mengamankan 32 pemuda pelaku balap liar yang meresahkan masyarakat. Selain itu, petugas juga mengamankan sebanyak 28 sepeda motor. Mereka diamankan dalam operasi yang digalakan Polres Semarang, Minggu (1/3) dini hari.

Puluhan petugas diterjunkan dalam operasi itu dan menyasar sejumlah tempat yang sering digunakan untuk arena balap liar. Mulai dari Jalan Diponegoro Ungaran, Exit tol Ungaran sampai Bawen. Kehadiran petugas polisi ini sempat membuat para pembalap liar ketakutan. Tidak sedikit dari mereka yang berusaha kabur menggunakan sepeda motornya masing-masing.

Namun sekitar 32 orang berhasil diamankan dan polisi juga menyita 28 sepeda motor. Para pembalap liar tersebut kemudian diangkut ke Mapolres Semarang untuk didata dan diberi pembinaan. Pelaku pembalap yang jelas melanggar langsung dikenai tilang. Begitu juga yang kendaraannya tidak sesuai standar pabrikan seperti penggunaan ban kecil dan knalpot racing. “Mereka kami tilang dan kendaraannya diamankan selama satu bulan. Selain itu orang tuanya akan dipanggil untuk mengisi surat kesanggupan membina anak-anaknya itu. Aksi balap liar itu sangat meresahkan masyarakat pengguna jalan,” kata Kapolres Semarang, AKBP Muslimin Ahmad melalui Kabag Ops Polres Semarang, Kompol Dax Emmanuelle Samson Manuputy.

Ia menambahkan operasi gangguan Kamtibmas akan terus digalakan secara rutin. Salah satu tujuannya untuk menekan angka kriminalitas di wilayah hukum Polres Semarang. Terutama pada Sabtu malam Minggu sangat rawan aksi balap liar yang meresahkan masyarakat. Bahkan dikhawatirkan marak aksi premanisme dan kriminalitas.

“Biasanya minggu malam rawan kejahatan dan gangguan kamtibmas. Jadi kami rutin dan terus meningkatkan kegiatan operasi semacam ini. Tujuannya untuk mencegah aksi kejahatan dan gangguan kamtibmas sehingga tercipta keamanan dan ketertiban masyarakat,” tambahnya. (tyo/fth)