PKB Masih Godok Penjaringan

149

WONOSOBO – Pemilihan bupati dan wakil bupati yang rencananya akan dilaksanakan bulan Desember 2015 dirasa semakin dekat oleh sejumlah kalangan politisi dan partai politik (parpol), tak kecuali dari PKB. Namun demikian dewan pengurus cabang (DPC) hanya bertugas melakukan penjaringan, selebihnya yang akan memberikan rekomendasi adalah Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKB di Jakarta.

Partai yang bergambar bumi dan bintang 9 ini, beberapa hari lalu telah melakukan penjaringan calon bupati dan wakil bupati periode 2015-2019. “Kami telah melakukan penjaringan terhadap kader beberapa bulan yang lalu dan sampai saat ini masih dilakukan upaya-upaya untuk menggodoknya. Ini belum final, ” ujar Ketua DPC PKB Wonosobo M. Albar Sabtu (28/2) lalu.

Hasil penjaringan pada tahap pertama (Desember) terkumpul 17 orang dari berbagai kalangan. Hal ini dilakukan agar semua orang memiliki kesempatan yang sama untuk maju menjadi calon bupati dan wakil bupati. “Hasil penjaringan dari kalangan politisi, kader partai dan kalangan nahdliyin Wonosobo” ucapnya.

Wakil Ketua DPRD Wonosobo ini menambahkan, pihaknya masih menunggu petunjuk teknis (juknis) yang masih dalam pematangan DPR.

Selain itu, pihaknya telah membuat desk pilkada yang terdiri dari lima orang. Tugasnya mengganti sementara teknis administrasi pendaftaran calon maupun verifikasi administrasi.

Mengenai nama-nama hasil penjaringan dalam internal PKB, Albar mengatakan, kemungkinan bisa berubah kapan saja. Pasalnya, sampai hari ini PKB masih menjalin komunikasi dengan para sesepuh PKB dan para ulama.

“Untuk nama-nama hasil penjaringan kemungkinan masih bisa berubah dalam beberapa bulan ke depan, yang jelas kita akan segera menyelesaikannya,” tuturnya.

Saat ditemui di kantor DPC PKB di Jaraksari Wonosobo, Albar mengatakan pihaknya belum bisa memastikan kapan surat rekomendasi ini akan dikirim ke DPW dan DPP.

Di sisi lain, jumlah kursi yang didapat PKB di DPRD Wonosobo juga kurang memenuhi target dari persyaratan pilkada, yakni 20 persen dari jumlah DPRD, yang artinya PKB harus memiliki minimal 9 kursi di DPRD dari 45 anggota DPRD, sementara PKB hanya 8 kursi.

“Kami juga masih membuka pintu komunikasi untuk parpol lain yang kemungkinan bisa bergabung dan berkoalisi dengan kami,” ungkapnya.

Pihaknya menuturkan, siap bertarung dengan parpol lain dalam pilkada mendatang meski kekuatan PKB masih kalah jumlah kursi dengan PDI Perjuangan di DPRD Wonosobo. “Kami siap mendukung calon hasil penjaringan dan rekomendasi dari DPP,” pungkasnya. (mg5/lis)