Pekan Ini, Kartu Tani Siap Diluncurkan

131
BELUM SEMPURNA : Wakil Gubernur Jateng Heru Sudjatmoko (kanan) saat peluncuran Kartu Tani bidang perkebunan pada 2013 lalu. (RICKY FITRIYANTO/RADAR SEMARANG)
BELUM SEMPURNA : Wakil Gubernur Jateng Heru Sudjatmoko (kanan) saat peluncuran Kartu Tani bidang perkebunan pada 2013 lalu. (RICKY FITRIYANTO/RADAR SEMARANG)
BELUM SEMPURNA : Wakil Gubernur Jateng Heru Sudjatmoko (kanan) saat peluncuran Kartu Tani bidang perkebunan pada 2013 lalu. (RICKY FITRIYANTO/RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Setelah ditagih banyak pihak, Pemerintah Provinsi (Pemprov) akhirnya siap meluncurkan Kartu Tani sebagaimana dijanjikan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo pada masa kampanye Pilgub lalu. Kartu Tani tersebut rencananya di-launching pada Rabu (4/3) di Kabupaten Batang.

”Melalui kartu ini diharapkan dapat memudahkan akses dalam pembinaan petani dan pendistribusian pupuk dan benih unggulan,” ungkap Kepala Biro Humas Sekretariat Daerah (Setda) Jateng Sinoeng NR kepada Radar Semarang, Minggu (1/3).

Sinoeng menjelaskan, peluncuran Kartu Tani tersebut tidak terlepas dari upaya Pemprov Jateng untuk mewujudkan visi dan misi untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Selain itu, untuk mendorong perwujudan swasembada pangan di Jateng sebagai salah satu daerah strategis penopang ketahanan pangan nasional. ”Oleh karenanya Kartu Tani ini menjadi salah satu program unggulan,” imbuhnya.

Ditambahkan Sinoeng, setelah peluncuran Kartu Tani tersebut akan diambil langkah-langkah teknis terkait pendayagunaannya. Seperti diketahui, kartu ini dapat digunakan sebagai alat untuk identifikasi kelompok tani sehingga dalam pemanfaatannya dapat lebih terarah. ”Kartu ini juga dapat digunakan untuk mengajukan kredit usaha tani,” terangnya.

Dengan kartu ini, lanjut Sinoeng, nantinya para petani mendapatkan hak penuh memperoleh pupuk bersubsidi. Banyaknya pembelian ditentukan luasan lahan sehingga dapat meminimalisir penimbunan atau penyalahgunaan pupuk. Dengan transaksi yang tercatat, pemerintah bisa memantau distribusi dan konsumsi pupuk secara lebih detail. ”Nanti akan ada kebijakan untuk membeli pupuk bersubsidi harus menggunakan kartu ini,” imbuhnya menegaskan pemprov telah menggandeng BRI sebagai pihak yang memberikan supporting system.

Sebelumnya, Kepala Divisi Bisnis, Program dan Kemitraan BRI Pusat Teten Djaka Triana saat bertemu Gubernur Jateng beberapa lalu mengungkapkan bahwa Kartu Tani ini sama seperti kartu tabungan. Bedanya diberikan khusus bagi para petani secara perorangan. Kartu ini memiliki nomor rekening masing-masing dan dapat digunakan oleh petani dalam kondisi apa pun. Kartu ini dapat juga digunakan untuk debet dan dicolokkan ke mesin ATM. ”Pembukaannya tidak harus menggunakan setoran awal. Kami mencatat, ada sekitar 1,4 juta unit kartu yang dibutuhkan. Jumlah tersebut kemungkinan bisa saja bertambah,” terangnya. (fai/ric/ce1)