Makam Waliyullah Syeh Abdurrahman Bur Watu, Desa Mutih Kulon, Kecamatan Wedung menjadi jujukan peziarah. (WAHIB PRIBADI/RADAR SEMARANG)
Makam Waliyullah Syeh Abdurrahman Bur Watu, Desa Mutih Kulon, Kecamatan Wedung menjadi jujukan peziarah. (WAHIB PRIBADI/RADAR SEMARANG)
Makam Waliyullah Syeh Abdurrahman Bur Watu, Desa Mutih Kulon, Kecamatan Wedung menjadi jujukan peziarah. (WAHIB PRIBADI/RADAR SEMARANG)

DEMAK – Wisata religi di Kabupaten Demak sejauh ini masih tertuju pada Makam Sultan Fatah di Masjid Agung Demak dan Makam Sunan Kalijaga di Kadilangu. Padahal, jika ditelisik lebih dalam, ternyata masih banyak tempat lain yang juga bisa dioptimalkan untuk menambah potensi wisata religi. Misalnya makam wali sepuh yang tersebar dibeberapa wilayah di Demak. Diantaranya makam Wali Pojok Papat Glagah Wangi Demak Bintoro; Makam Syeh Jumadil Kubro di kawasanTerboyo, Semarang (dulu ikut wilayah Demak).

Kemudian, makam Syeh Abdurrahman Bur Watu di Desa Mutih Kulon, Kecamatan Wedung, makam Syeh Mahmud Gondowangi di Desa Wonoketingal, Kecamatan Karanganyar dan makam Syeh Tarub Nambangangin (Ki Ageng Tuluban) di Desa Megonten, Kecamatan Kebonagung.

Keempat wali sepuh yang terkenal di zamannya itu berposisi sebagai paku bumi Kabupaten Demak selain Sultan Fatah dan Sunan Kalijaga selaku Wali Pengadek. Pemerhati sejarah sekaligus penelisik makam Auliya, Kiai Sodikin menuturkan, meski makam para Waliyullah tersebut dikenal dikampung masing-masing, namun belum sepenuhnya mendapatkan perhatian. “Perlu upaya-upaya bagaimana para sesepuh pejuang Islam ditanah Jawa itu juga dihormati,” katanya.

Menurutnya, keempat Wali terkemuka tersebut memiliki peran masing-masing dalam zaman sebelum Walisongo terbentuk, utamanya di wilayah Demak. Syeh Mahmud Gondowangi misalnya, merupakan guru tarekat Walisongo. Yang bersangkutan memiliki banyak murid yang mempunyai pondok pesantren.

Ada pula makam Habib Syeh Ba’alawi yang berada diareal pertambakan di wilayah Desa Sidogemah, Kecamatan Sayung. Yang menarik lagi, di sekitar makam Syeh Abdurrahman Bur Watu, Desa Mutih Kulon juga terdapat sumur panguripan. Sumur tersebut tetap ada airnya meski musim kemarau berlangsung.

Makam Waliyullah yang dikenal sebagai penasehat Walisongo tersebut juga menjadi jujukan para peziarah. Makam Auliya itu bisa menjadi tambahan potensi paket wisata religi di Demak. (hib/fth)