Bertemu Rekan Satu Klub, Tak Ada Kompromi

224
PEMAIN ANDALAN: Pemain tunggal remaja dan taruna putra PB Bintang Perkasa yang berhasil menguasai maju final. (TAUFIK/RADAR SEMARANG)
PEMAIN ANDALAN: Pemain tunggal remaja dan taruna putra PB Bintang Perkasa yang berhasil menguasai maju final. (TAUFIK/RADAR SEMARANG)
PEMAIN ANDALAN: Pemain tunggal remaja dan taruna putra PB Bintang Perkasa yang berhasil menguasai maju final. (TAUFIK/RADAR SEMARANG)

TAK sedikit nomor yang mempertemukan pemain satu tim di putaran final dalam Kejuaraan Bulutangkis Djarum Foundation – Tugu Muda Cup 2015. Seperti USM Jaya, di mana dua pemainnya yakni Adisya Rizta Basuki bertemu dengan Katie Cahya di final kelompok dini putri, lalu dua pemain Pendowo Eliza Santoso versus Nathalia di final kelas remaja putri, serta dua pemain dari PB Bintang Perkasa yakni Alif Estu melawan Titus di final taruna putra dan Satria Aji bertemu Moch Dwi di final remaja putra.

Hal itu membuktikan bahwa masih banyak klub yang mendominasi. Meski satu klub, di final tetap habis-habisan, karena event ini adalah perorangtan, sehingga tak ada kerjasama tim.

Hal itu dikatakan salah satu pelatih Pendowo, Januar Taru Perdana. Di dalam aturan klubnya, jika ada partai yang mempertandingkan satu tim, maka tidak boleh ada pelatih yang mendampingi. “Kalau ada pelatih yang menemani, nanti atlet malah iri. Mendingan lepas semua tanpa pengawasan. Biarkan mereka menampilkan skill masing-masing,” ungkapnya.

Jika mereka butuh dukungan moral, lanjut Januar, hanya boleh didampingi orang tua saja. Bukan ofisial. “Sebelum pertandingan tadi (kemarin, Red), kami sudah menyampaikan jika mereka harus totalitas menunjukkan kekuatan. Jangan ada ampun karena mungkin biasa kerjasama,” imbuhnya.

Di pertandingan Elisa Santoso vs Natalia kemarin memang cukup mendebarkan. Meski Natalia merupakan unggulan pertama, sempat kwalahan melayani permainan cepat Elisa yang jadi unggulan empat. “Tapi kami memang sudah memprediksikan kalau Natalia yang memenangkan pertandingan itu,” cetusnya.

Pendowo yang menerjunkan 40 atlet mampu mengantarkan tujuh pebulutangkis untuk naik ke podium. Lima untuk juara 1, dan sisanya menduduki juara 2. (amh/smu)