SALATIGA-Sikap Ketua DPRD Kota Salatiga, Teddy Sulistio menghentikan penggalian kabel fiber optik (FO) di Jalan Fatmawati kemarin lusa (26/2), mendapat dukungan Wali Kota Yuliyanto. Orang nomor satu di Pemkot Salatiga ini menyebutkan jika memang tidak mengindahkan kesepakatan yang ada, memang harus dihentikan.

Menurut Yuliyanto, saat ini Pemkot belum memiliki Perda terkait pengaturan galian FO maupun galian jalan tersebut. “Jika tidak mengindahkan ketentuan yang telah disepakati, sepakat untuk dihentikan,” ujar Wali Kota Yuliyanto, kemarin.

Kepala Dinas Bina Marga Agung Hendratmiko saat dikonfirmasi menuturkan jika pemberi izin galian FO berasal dari pemerintah pusat yakni Kementrian PU. Pasalnya, lokasi penggalian ada di jalan yang berstatus jalan nasional. Sementara terkait Kota Salatiga, sudah dilakukan pengetatan izin dan pelaksanaannya. “Hasil rapat bulan Oktober, bukan menghentikan tetapi mengetatkan izin galian,” jelas Agung.

Sementara itu, pemasangan kabel FO dinilai merugikan Pemkot Salatiga, lantaran pemasangan kabel di saluran drainase kota menyebabkan saluran air tidak merata dan meluap ke permukaan. Bahkan ada drainase yang tertutup tanah karena ada yang mengurug gorong-gorong begitu saja.

Bahkan, sebagian menyebabkan bahu jalan longsor, amblesnya trotoar, aspal tak merata, talud maupun sayap jembatan kondisinya tak dikembalikan seperti semula. “Kalau dihitung secara teknis, memang bisa merugikan miliaran rupiah. Karena itulah, dalam rapat internal Pemkot pada Oktober 2014, sudah ada kesepakatan untuk menghentikan perizinan penggalian,” imbuh sumber di Pemkot Salatiga.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Ketua DPRD Teddy Sulistio menghentikan galian kabel optik di trotoar di Jalan Fatmawati, Dukuh Blotongan, Kamis (26/2) kemarin. Selain dinilai merusak fasilitas umum (fasum), karena tidak dikembalikan sebagaimana mestinya. (sas/ida)