LINGKUNGAN: Wali Kota Semarang menyerahkan bibit tanaman kepada warga masyarakat Kelurahan Bulusan, Kecamatan Tembalang, usai jalan sehat kemarin. (Humas for Rase)
LINGKUNGAN: Wali Kota Semarang menyerahkan bibit tanaman kepada warga masyarakat Kelurahan Bulusan, Kecamatan Tembalang, usai jalan sehat kemarin. (Humas for Rase)
LINGKUNGAN: Wali Kota Semarang menyerahkan bibit tanaman kepada warga masyarakat Kelurahan Bulusan, Kecamatan Tembalang, usai jalan sehat kemarin. (Humas for Rase)

BULUSAN – Kelurahan Bulusan, Kecamatan Tembalang merupakan salah satu wilayah yang mengalami perkembangan cukup cepat. Hal itu dikarenakan wilayah tersebut terdapat Perguruan Tinggi (PT), perkantoran, dan pertokoan. Di mana hal tersebut menghasilkan sumber daya manusia (SDM) dan dapat meningkatkan laju perekonomian.

Hal tersebut diuangkapkan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, usai menggelar jalan sehat bersama SKPD di kelurahan tersebut, kemarin. Menurut wali kota, pertumbuhan tersebut harus disikapi bijaksana karena dengan adanya SDM maka dapat membawa dampak positif. ”Secara positif dapat menumbuhkan kos-kosan, berbagai tempat makan/ kuliner, dan juga dapat transfer knowledge dari mahasiswa-mahasiswa kepada masyarakat,” urainya.

Menurut wali kota, selain segi positif, juga dapat berdampak negatif. Dicontohkan antarwarga dengan mahasiswa terkadang komunikasinya tidak nyambung sehingga hal ini dapat menimbulkan ketidakseimbangan kondisi lingkungan sekitar. ”Seperti timbulnya sikap acuh tak acuh di kalangan mahasiswa, karena yang dipikirkan mereka hanyalah menuntut ilmu saja tanpa memikirkan keadaan lingkungan sekitar. Selain itu dapat juga memuunculkan potensi-potensi kriminal yang dapat merusak kondusivitas Tembalang,” terangnya.

Untuk itu pihaknya berharap pada warga Bulusan termasuk mahasiswanya agar bisa memupuk rasa kepedulian sosial sekitar dan lakukan hal-hal positif untuk memajukan wilayah ini. ”Mari kita tumbuhkan kepedulian sosial di lingkungan sekitar. Siapa lagi yang akan membangun Kota Semarang ini bila tidak ada rasa peduli dengan kota ini,” ujarnya.

Wali kota juga berpesan pada warga Tembalang, agar waspada terhadap DBD. ”Data dari DKK wilayah Tembalang DBD-nya juara I se-Kota Semarang,” katanya.

Karena sampai dengan bulan Februari tercatat 90 orang yang terkena virus ini. Sedangkan tahun kemarin hanya 23 orang yang kena. Pihaknya meminta pihak kecamatan dan kelurahan agar mengajak warganya melaksanakan ”Jumat Bersih Bebas Jentik Nyamuk”. (zal/ce1)