EMOSI: Tersangka Ahmad Ajib, Asep, dan Yuda saat gelar perkara di Mapolrestabes Semarang kemarin. (ABDUL MUGHIS/RADAR SEMARANG)
EMOSI: Tersangka Ahmad Ajib, Asep, dan Yuda saat gelar perkara di Mapolrestabes Semarang kemarin. (ABDUL MUGHIS/RADAR SEMARANG)
EMOSI: Tersangka Ahmad Ajib, Asep, dan Yuda saat gelar perkara di Mapolrestabes Semarang kemarin. (ABDUL MUGHIS/RADAR SEMARANG)

BARUSARI – Bermula cekcok mulut saat kecelakaan di jalanan, tiga pemuda nekat membunuh. Korbannya, Ari Kurniawan, 19, warga Jalan Kelinci III No 21A RT 3 RW 3 Kelurahan Pandean Lamper, Gayamsari, Semarang. Pelajar SMK Cinde Semarang itu tewas mengenaskan. Jasadnya dibuang di bawah pintu air Jalan Manggis, Lamper Lor, Semarang Selatan, beberapa waktu lalu.

Aksi tersebut sempat terekam kamera pengintai Closed Circuit Television (CCTV) milik warga. Sehingga berbekal rekaman tersebut, ketiga tersangka berhasil diringkus oleh tim Reserse Mobil (Resmob) yang dipimpin Panit 1 Aiptu Janadi dan Kanit Resmob Polrestabes Semarang AKP Kadek, setelah menjadi buron selama 13 hari. Ketiga tersangka adalah Ahmad Ajib, 19, dan Asep, 19. Keduanya warga Tandang, Tembalang, Semarang, serta Yuda, 22, warga Karanganyar, Muktiharjo Kidul, Semarang.

Dari pengakuan para tersangka diketahui jika korban dibantai di sebuah rumah kos di Jalan Pandean Lamper terlebih dahulu. Dalam kondisi luka parah akibat dipukuli menggunakan tangan kosong, tubuh korban baru dibuang di bawah pintu air Jalan Manggis, Lamper Lor, Semarang Selatan.

”Pembunuhan ini bermula kecelakaan lalu lintas di jalan. Tersangka awalnya mengendarai motor melawan arus hingga terjadi serempetan dengan motor korban,” jelas Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Djihartono saat gelar perkara di Mapolrestabes Semarang, Jumat (27/2).

Terjadilah cekcok, sehingga ketiga tersangka melakukan pengeroyokan terhadap korban. ”Bersama-sama melakukan kekerasan dengan cara memukul, menginjak-injak, dan kemudian melempar korban ke sungai,” terang Djihartono.

Para tersangka sempat kabur selama 13 hari, sebelum akhirnya berhasil diringkus di tempat terpisah. Tersangka Ahmad Ajib ditangkap pada Kamis (26/2) sekitar pukul 17.00 di sebuah traffic light saat hendak melarikan diri ke Jakarta. Tersangka Asep dibekuk pukul 19.00 di rumahnya Jalan Ngemplak RT 2 RW 9 Kelurahan Tandang Tembalang. ”Sedangkan tersangka Yuda ditangkap Jumat (27/2) sekitar pukul 06.00 di Jakarta Selatan,” katanya.

Dijelaskannya, pembunuhan tersebut terjadi pada 16 Februari 2015 dini hari lalu. Sedangkan jasad korban ditemukan oleh anak-anak yang sedang mencari ikan di bawah pintu air Jalan Manggis pada Jumat (20/2) lalu sekitar pukul 15.00. ”Tidak hanya menganiaya di lokasi kejadian, korban juga dibawa ke sebuah rumah kos di daerah Pandean Lamper, Semarang Selatan,” jelasnya.

Di rumah kos tersebut, ketiga tersangka menghajar korban hingga babak belur. Puas menghajar, korban yang telah tak berdaya dan bersimbah darah dibuang di bawah pintu air Jalan Manggis.

Tersangka Yuda mengaku telah menghajar korban bersama-sama di rumah kos di daerah Pandean Lamper. ”Kami marah aja karena korban menabrak saat mengendarai motor. Lalu kami pukuli bersama-sama,” ujarnya.

Dia mengaku, saat korban dibuang ke sungai masih dalam kondisi hidup. ”Saya tidak tahu kalau korban meninggal. Pas kami buang, korban masih dalam kondisi hidup,” katanya.

Yuda mengaku membuang tubuh korban agar jejaknya tidak diketahui. ”Biar ngilangi jejak, agar tidak diketahui. Takutnya kalau ketahuan orang,” jelasnya.

Usai menghabisi korban, ia kabur ke Jakarta sembari mencari kerja. Namun belum sampai mendapat pekerjaan, Yuda ditangkap oleh tim resmob di daerah Jakarta Selatan. ”Saya tidak mengenal korban. Hanya jengkel aja usai terjadi kecelakaan,” ujarnya. (amu/aro/ce1)