LEBIH EFEKTIF : Petugas menyiapkan lokomotif kereta api (KA) di Stasiun Poncol beberapa waktu lalu. Sejumlah jalur KA akan diaktifkan guna distribusi angkutan barang. (Nurchamim/radar semarang)
LEBIH EFEKTIF : Petugas menyiapkan lokomotif kereta api (KA) di Stasiun Poncol beberapa waktu lalu. Sejumlah jalur KA akan diaktifkan guna distribusi angkutan barang. (Nurchamim/radar semarang)
LEBIH EFEKTIF : Petugas menyiapkan lokomotif kereta api (KA) di Stasiun Poncol beberapa waktu lalu. Sejumlah jalur KA akan diaktifkan guna distribusi angkutan barang. (Nurchamim/radar semarang)

SEMARANG – Kalangan pengusaha mendukung rencana pemerintah dalam mengaktivasi jalur kereta api (KA). Hal ini dinilai dapat lebih menekan biaya dalam dunia usaha.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jawa Tengah Frans Kongi mengatakan, selain biaya produksi, salah satu pengeluaran yang cukup besar dalam dunia usaha yaitu biaya pengiriman bahan maupun produk jadi. “Biaya transportasi yang kita keluarkan ini cukup besar, khususnya bila melewati jalur darat. Itu kalau normal, belum lagi kalau pas jalan rusak, jembatan putus, biaya akan membengkak dan waktu juga banyak terbuang,” ujarnya.

Oleh karena itu, pihaknya sangat mendukung pengoptimalan KA untuk angkutan barang. Sarana transportasi ini, khusus untuk barang dinilai lebih ekonomis bila dibandingkan melalui jalur darat, termasuk juga untuk waktu. “Kalau menggunakan kereta api, kita bisa tekan biaya antara 30-40 persen. Waktu juga bisa lebih cepat, terlebih kalau mengantisipasi kemacetan,” ujarnya.

Menurutnya, hal ini juga akan memberikan dampak positif yang lebih banyak. Karena dengan menekan biaya, harga pun bisa ditekan tanpa mengurangi kualitas. Dengan demikian, produk-produk dalam negeri akan lebih bisa bersaing. “Kalau kita sudah siap dari berbagai segi, maka adanya MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN) maupun pasar global nantinya tidak perlu khawatir,” ujarnya.

Hal tersebut, lanjutnya, justru menjadi peluang. Khususnya akan memberikan keuntungan bagi industri kecil dan menengah. Dengan catatan, kualitas produk terus ditingkatkan dan dapat mengikuti perkembangan zaman. “Kita optimistis dapat bersaing dengan produk-produk luar. Karena kualitas produk dan lain-lain sejauh ini sudah kita siapkan,” tandasnya. (dna/ric)