DIPERIKSA : Seorang PSK sedang didata oleh petugas Satpol PP setelah terjaring razia di Lokalisasi Kebunsuwung Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan, Kamis (26/2) kemarin. (FAIZ URHANUL HILAL/RADAR SEMARANG)
DIPERIKSA : Seorang PSK sedang didata oleh petugas Satpol PP setelah terjaring razia di Lokalisasi Kebunsuwung Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan, Kamis (26/2) kemarin. (FAIZ URHANUL HILAL/RADAR SEMARANG)
DIPERIKSA : Seorang PSK sedang didata oleh petugas Satpol PP setelah terjaring razia di Lokalisasi Kebunsuwung Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan, Kamis (26/2) kemarin. (FAIZ URHANUL HILAL/RADAR SEMARANG)

KAJEN-Meski sudah mengerahkan 25 petugas Satpol PP Pemkab Pekalongan, namun hanya mampu mengamankan 13 orang Pekerja Seks Komersial (PSK) di Lokalisasi Kebunsuwung Kecamatan Karanganyar. Yakni, dalam razia memberantas Penyakit Masyarakat (pekat) tahun 2015 di Lokalisasi Kebunsuwung Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan, Kamis (26/2) kemarin.

Kepala Satpol PP Kabupaten Pekalongan, Alif Nurfiyanto mengatakan bahwa kegiatan rutin tersebut akan terus dilakukan minimal satu bulan sekali. “Kami mengerahkan 25 personel untuk menyisir warung remang-remang di kawasan Kebunsuwung,” terangnya usai memimpin razia.

Dalam operasi yang dilakukan mulai pukul 20.30 tersebut, sejumlah personel yang terbagi dalam beberapa tim langsung menyebar dan melakukan penggerebekan dari berbagai penjuru. Di antaranya dari arah barat yakni Jalan Raya Tanjungsari maupun dari arah selatan atau jalur utama. “Kami memantau terus, jika masih ada, kami tindak. Sebelum razia ini, kami juga menempatkan personel di lokasi untuk memantau situasi,” jelasnya.

Kasi Tibum Tramas Satpol PP Pemkab Pekalongan, Iratra menambahkan terdapat puluhan PSK yang tepergok mangkal di lokalisasi yang dikenal dengan nama Israel tersebut. Namun pihaknya hanya berhasil mengamankan 13 PSK. “Ada banyak sebenarnya. Namun ada yang berhasil lolos, kabur saat mengetahui kedatangan kami. Hanya 13 PSK yang kami amankan,” jelasnya.

Pendataan dan pembinaan, imbuhnya, dengan menandatangani surat pernyataan dilakukan untuk menentukan tindakan selanjutnya. “Selalu kami data, dan kami minta membuat surat penyataan. Jika kedapatan kembali mengulangi perbuatannya, sanksinya tegas. Kami bawa ke Resos (rehabilitasi sosial),” tegasnya.

Sebagian besar, PSK yang terjaring merupakan warga luar Kabupaten Pekalongan. Di antaranya Brebes, Batang, Magelang dan Semarang.
(hil/ida)