BARUSARI – Aksi begal jalanan di Kota Semarang semakin meresahkan. Bahkan modus yang digunakan pelaku semakin canggih. Selain mencari sasaran di jalanan, pelaku juga mulai mencari korban melalui situs jejaring sosial Facebook. Sasarannya adalah cewek berusia belia.

Melalui Facebook tersebut, mereka berusaha berkenalan kemudian mengajak kencan untuk bertemu. Namun saat sudah bertemu, korban dieksekusi di sebuah tempat. Barang barharga milik korban dirampas setelah diancam menggunakan parang. Seperti yang dilakukan empat pelaku begal yang berhasil ditangkap jajaran Polrestabes Semarang. Para pelaku berhasil ditangkap tidak sampai dua jam setelah beraksi di dekat lapangan Garnisun Lemah Gempal Kota Semarang, Kamis 26 Februari 2015 sekitar 19.30.

Korbannya adalah Adik Surya Lutfi Choirinisa, 16, siswi SMA warga Jalan Sawojajar Kelurahan Krobokan, Semarang Barat. ”Tidak ada dua jam setelah kejadian, kami berhasil menangkap empat pelaku,” ungkap Kapolreatabes Semarang Kombes Djihartono di Mapolrestabes Semarang, Jumat (27/2).

Keempat tersangka adalah RS alias Tembong, 22, warga Jalan Pusponjolo Kecamatan Semarang Barat, MF, 17, warga Mijen Kita Semarang, AS, 23, warga Barusari Semarang Selatan, dan SS, 22, warga Pusponjolo Kota Semarang. ”Mereka beraksi menggunakan modus berkenalan dengan korban melalui Facebook. Kemudian mengajak korban bertemu,” ungkap Djihartono.

Namun setelah para pelaku bertemu korban, memanfaatkan kesempatan untuk beraksi. ”Para pelaku ini mengancam korbannya menggunakan senjata tajam,” imbuhnya.

Pihaknya yang menerima informasi tersebut langsung bergerak cepat untuk mengejar pelaku. Bahkan tiga pelaku bersenjata tajam itu sempat melakukan perlawanan. Sehingga terpaksa tim Resmob melepaskan tembakan mengenai kaki tiga pelaku. ”Sementara ini mereka mengaku baru pertama kali beraksi. Tapi semuanya masih kami dalami,” katanya.

Tersangka Tembong mengaku, dalam melancarkan aksinya, mencari korbannya dulu lewat Facebook. ”Baru kenal ini, dia bilang mau pinjam uang untuk bayar SPP. Akhirnya saya ajak ketemuan,” ujarnya.

Dia bersama teman-temannya kemudian menyusun strategi jahatnya. Akhirnya ia menemui korban di dekat lapangan Garnisun, tak jauh dari Mapolrestabes Semarang pada Kamis (26/2) sekitar pukul 19.30. Saat itu, tiga tersangka lain menyusulnya dan langsung mengeksekusi korbannya. Pelaku mengancam dengan menggunakan parang sepanjang 40 sentimeter untuk menakut-nakuti korban. Handphone dan motor milik korban dirampas oleh kawanan pelaku. Keempatnya telah mendekam di sel tahanan Mapolreatabes Semarang. Mereka dijerat Pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara. (amu/zal/ce1)