5 Menit BRT Harus Sampai Shelter

136
MENUNGGU: Kedatangan BRT menjemput penumpang di shelter masih dianggap terlalu lama. Dishub pun memberlakukan kebijakan lima menit armada harus jalan. (Nur Chamim/Radar Semarang)
MENUNGGU: Kedatangan BRT menjemput penumpang di shelter masih dianggap terlalu lama. Dishub pun memberlakukan kebijakan lima menit armada harus jalan. (Nur Chamim/Radar Semarang)
MENUNGGU: Kedatangan BRT menjemput penumpang di shelter masih dianggap terlalu lama. Dishub pun memberlakukan kebijakan lima menit armada harus jalan. (Nur Chamim/Radar Semarang)

BALAI KOTA – Interval waktu kedatangan Bus Rapid Transit (BRT) masih dianggap terlalu lama dan berdampak terhadap kenyamanan calon penumpang. Sebagai solusi, Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Semarang akan memadatkan jadwal keberangkatan BRT pada jam-jam tertentu. Utamanya saat jam berangkat dan pulang sekolah.

Selama ini calon penumpang harus menunggu kedatangan BRT sekitar 10 sampai 15 menit di shelter. Para pelajar yang mengandalkan BRT saat berangkat sekolah pun menjadi terganggu. ”Oleh karena itu, kita akan padatkan keberangkatan BRT. Jika setiap pagi interval waktu keberangatannya 10 sampai 15 menit, besok kita paksakan setiap lima menit harus berangkat. Begitu juga saat jam pulang sekolah dan sore hari saat jam pulang kerja. Selebihnya interval longgar kembali,” kata Kepala Dishubkominfo Kota Semarang, Agus Harmunanto, kemarin (27/2).

Kebijakan tersebut dari hasil evaluasi terkait interval kedatangan BRT yang sering dikeluhkan oleh penumpang, utamanya saat jam-jam sibuk seperti berangkat dan pulang sekolah. Selain memadatkan waktu keberangkatan, Dishub juga berencana menambah armada BRT di setiap koridor. ”Animo penumpang yang begitu tinggi harus diimbangi dengan pengoperasian BRT. Rencananya kita akan menambah lima armada setiap di setiap koridor. Kita sudah ajukan bantuan penambahan bus itu ke pemerintah pusat. Mengingat di pemerintah telah menyediakan 1.300 unit bus,” tandasnya.

Untuk memenuhi empat koridor di Kota Semarang, pihaknya mengajukan bantuan 140 armada ke pemerintah pusat. ”Kami sudah mengajukan surat permohonan penambahan bus sebanyak 140 unit sekaligus untuk persiapan penambahan empat koridor baru BRT di Kota Semarang di tahun 2015 ini, jadi total kita akan memiliki delapan koridor BRT,” tukasnya.

Ditambahkan, sejak awal sebenarnya Dishub hanya menargetkan tujuh koridor BRT di kota ini. Namun seiring dengan permintaan pemerintah pusat serta adanya ketersediaan ribuan unit bus tersebut, pihaknya siap menambah empat koridor lagi.

Kepala Badan Layanan Umum (BLU) Trans Semarang Joko Umboro Jati menambahkan jika permintaan 140 unit bus dari pemerintah pusat tidak hanya digunakan untuk kepentingan empat koridor baru. Namun pihaknya merencanakan akan menambah masing-masing 5 unit bus untuk empat koridor BRT yang sudah ada. ”Jadi dari permintaaan 140 unit, 20 akan kami alokasikan ke empat koridor yang sudah ada untuk menambah jumlah bus,” katanya.

Penambahan armada di masing-masing koridor diyakini dapat memperpendek interval antarbus. Diakuinya, saat ini interval masng-masing bus BRT mencapai 15 menit padahal idealnya hanya 5-7 menit. (zal/ce1)