PERCEPATAN: Bulog Divre Jawa Tengah saat ini menggenjot penyaluran beras untuk masyarakat miskin (raskin) guna menekan tingginya harga beras di pasaran. (NURCHAMIM/RADAR SEMARANG)
PERCEPATAN: Bulog Divre Jawa Tengah saat ini menggenjot penyaluran beras untuk masyarakat miskin (raskin) guna menekan tingginya harga beras di pasaran. (NURCHAMIM/RADAR SEMARANG)
PERCEPATAN: Bulog Divre Jawa Tengah saat ini menggenjot penyaluran beras untuk masyarakat miskin (raskin) guna menekan tingginya harga beras di pasaran. (NURCHAMIM/RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Badan Urusan Logistik (Bulog) Divisi Regional Jawa Tengah sesuai isntruksi pemerintah melakukan percepatan beras untuk masyarakat miskin (raskin). Percepatan penyaluran tersebut untuk meringankan beban masyarakat miskin akibat tingginya harga beras saat ini. Percepatan penyaluran ini juga guna menekan harga beras.

Kepala Bulog Divre Jateng Damin Hartono, kemarin (26/2) mengatakan, penyaluran raskin untuk tahun ini mulai dilakukan pada awal Februari lalu. “Percepatan penyaluran ini guna menekan harga beras yang sebelumnya sempat melambung di pasaran,” ujarnya.

Dipaparkan, selama tahun 2015 hingga akhir Februari ini Bulog Divre Jateng telah menyalurkan raskin sebanyak 49.300 ton. Jumlah tersebut 11,03 persen dari total pagu setahun ini sebesar 446.788 ton.

Ia mengakui kenaikan harga beras saat ini cukup luar biasa. Bahkan mencapai 30 persen. Salah satunya disebabkan oleh penyaluran raskin yang terlambat, karena menunggu kepastian dari pemerintah akan kelanjutan program tersebut. “Setelah kami temukan titik masalahnya dan sudah ada instruksi, maka raskin segera kami salurkan. Hasilnya, saat ini harga gabah sudah mulai turun, sedangkan harga beras biasanya akan mengikuti antara 3 hari hingga seminggu kemudian,” ujarnya.

Sedangkan untuk persediaan operasional setara beras hingga kemarin, Bulog Jateng memimiliki 201.682 ton beras yang tersebar di 6 eks karesidenan. Yaitu Semarang, Pati, Surakarta, Banyumas, Kedu serta Pekalongan. “Persediaan ini mampu mencukupi kebutuhan penyaluran raskin hingga 5 bulan ke depan atau sampai Agustus,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Damin, sekitar akhir Maret Jawa Tengah akan mengalami panen raya. Sehingga Bulog bisa kembali melakukan penyerapan beras untuk disimpan hingga 6,5 bulan mendatang. “Sebentar lagi panen raya, padi akan melimpah dan harga akan kembali normal,” tandasnya. (dna/smu)