Hujan Badai Terjang Magelang

406
DITERJANG BADAI: Sejumlah warga sedang memotong dan menyingkirkan pohon yang roboh di Jalan Pajang Kota Magelang. Hujan yang disertai angin kencang, Kamis (26/2) menyebabkan sejumlah pohon dan baliho ambruk. (AHSAN FAUZI/RADAR KEDU)
DITERJANG BADAI: Sejumlah warga sedang memotong dan menyingkirkan pohon yang roboh di Jalan Pajang Kota Magelang. Hujan yang disertai angin kencang, Kamis (26/2) menyebabkan sejumlah pohon dan baliho ambruk. (AHSAN FAUZI/RADAR KEDU)
DITERJANG BADAI: Sejumlah warga sedang memotong dan menyingkirkan pohon yang roboh di Jalan Pajang Kota Magelang. Hujan yang disertai angin kencang, Kamis (26/2) menyebabkan sejumlah pohon dan baliho ambruk. (AHSAN FAUZI/RADAR KEDU)

MAGELANG—Hujan deras disertai angin kencang yang melanda wilayah kota dan Kabupaten Magelang kemarin sore (26/2) menyebabkan dua orang mengalami luka-luka cukup serius. Keduanya tertimpa pohon tumbang.

Saking kencangnya angin, sebuah baliho berukuran 6 x 12 meter di Jalan A. Yani juga ambruk. Tepatnya, di depan markas Detasemen Polisi Militer Magelang. Beruntung, badan baliho tak menimpa pengendara yang melintas di jalan tersebut. Akibat kejadian itu, arus lalu lintas di Jalan A. Yani mengalami macet.

Dua warga yang luka adalah Sri Handoyo Bekti, 34, warga Mantenan, Kecamatan Candimulyo, Kabupaten Magelang; dan Bambang Triyono, 36, warga kampung Paten Gunung, Kelurahan Rejowinangun Selatan, Kecamatan Magelang Selatan.

Sri mengalami luka-luka lecet di bagian tubuh lantaran tertimpa pohon randu saat melintas di Jalan Telaga Warna, Kampung Nambangan, Kelurahan Rejowinangun Utara, Kecamatan Magelang Tengah.

Sedangkan Bambang mengalami luka serius di bagian kepala setelah tertimpa pohon saat melintas mengendarai sepeda motor di Jalan Pemuda, Kota Magelang. Keduanya kini dirawat di UGS RSUD Tidar Magelang. “(Korban) Masih mendapat perawatan intensif oleh dokter di UGD,” tutur seorang petugas RSUD Tidar Kota Magelang.

Pantauan Jawa Pos Radar Kedu, angin kencang yang berlangsung hanya beberapa menit itu juga merobohkan sebuah baliho di Jalan Tentara Pelajar No 7. Tepatnya, di depan Sky Light Plaza Magelang.

Sementara itu, pohon-pohon yang bertumbangan terjadi di sejumlah ruas jalan protokol. Antara lain, di Jalan Pajang, Jalan Pemuda (Pecinan), Jalan Tidar, Jalan Tentara Pelajar, Jalan Diponegoro, sekitar RSU Tidar, dan Nambangan.

Angin juga menerjang perkampungan, Bogeman, Samban dan Gelangan. Sebagian besar atap rumah warga rusak sedang. Tidak terkecuali pohon-pohon yang ada di kompleks RSUD Tidar Kota di Jalan Tidar tumbang. Ambruknya baliho dan pohon di beberapa tempat, membuat arus lalu lintas padat. Polisi bahkan terpaksa menutup Jalan Tentara Pelajar.

Bripka Samsudin, anggota Polres Magelang Kota melihat dengan mata kepala sendiri ambruknya baliho besar di simpang markas Detasemen Polisi Militer di Jalan A Yani. “Saat itu, hujan sangat deras disertai angin kencang. Tidak lama, baliho itu ambruk, tepat di pinggir pos polisi,” katanya di tempat kejadian perkara (TKP).

Melihat baliho berukuran jumbo ambruk, Samsudin sempat khawatir. Maklum, masih ada satu baliho besar lagi di samping pos jaga, yang ia tempati bersama rekan seprofesinya. “Persis di samping pos ada baliho yang juga sempat miring terkena angin. Agak ngeri melihatnya kalau sampai ambruk juga,” tuturnya.

Dari penglihatannya, baliho yang ambruk sempat menimpa mobil Katana yang melintas; dengan kondisi agak penyok di bagian depan. Beruntung, si pengendara mobil cepat tanggap. Ia bisa menghindar dan melajukan kendaraannya.

Nurul Oktaviani, karyawan Kedai Pizza di Jalan Tentara Pelajar mengaku menyaksikan sendiri robohnya pohon di depan kedai yang ia jaga. ”Angin kencang dari arah selatan lalu menghantam pohon, seketika itu langsung roboh,” ucapnya.

Yang paling mengerikan, tutur Nurul. kabel dan tiang listrik yang tertimpa pohon sempat menyala api. “Saya panik dan takut, tapi bingung mau lari, lari ke mana? Saya bersyukur, api yang menyala bisa padam dengan sendirinya, mungkin kena kucuran air hujan, dan Alhamdulillah juga, saat pohon tumbang tidak ada pengguna jalan yang melintas.”

Hingga kemarin petang, sejumlah anggota Satlantas Polres Magelang Kota turun ke jalan, mengatur lalu lintas yang sempat tersendat. Kemacetan diperparah karena aliran listrik padam, sehingga traffic light tak berfungsi.

Tak hanya polisi. Sejumlah TNI dari kesatuan Kodim 0705/Magelang juga ikut turun jalan, membantu petugas Dinas Kebersihan, Pertamanan dan Tata Kota (DKPT) Kota Magelang yang tengah sibuk membersihkan ruas jalan yang dipenuhi patahan ranting pohon. Tim Inti Reaksi Cepat (TIRC) BPBD Kabupaten Magelang hingga kemarin petang juga masih melakukan evakuasi pohon-pohon yang tumbang.

Terpisah, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memberi peringatan kepada masyarakat bahaya puting beliung dan hujan es. Fenomena itu terjadi karena awan cumulonimbus (CB).

Kepala Bidang Informasi Meteorologi Publik BMKG A.Fachri Radjab mengimbau masyarakat agar berhati-hati terhadap kemungkinan terjadinya puting beliung dan hujan es akibat fenomena awan CB. “Secara kasat mata awan ini dapat dikenali dengan bentuknya yang khas, yaitu berwarna gelap dan nampak besar seperti bunga kol,” tambah Fachri.

Masih menurut Fachri, beberapa hari terakhir ini terjadi fenomena puting beliung dan hujan es di beberapa tempat di Indonesia. Seperti di Klaten, Yogya, Depok, Bandung, Magelang, dan Temanggung.

Dari sisi dinamika atmosfer, fenomena seperti ini mungkin terjadi. Utamanya, kata dia, ketika ada perbedaan suhu yang mencolok pada pagi dan siang hari.

“Salah satu penyebab terjadinya angin puting beliung adalah adanya awan CB. Di mana angin ini memiliki pola yang hampir mirip dengan tornado namun dalam skala kecil. Fenomena puting beliung dan hujan es ini, masih berpotensi terjadi utamanya pada peralihan musim dari musim hujan ke kemarau,” bebernya. Langkah antisipasi yang dapat dilakukan, antara lain, merapikan pohon-pohon yang tinggi serta rapuh. Juga atap-atap rumah yang mudah terhempas. (mg2/isk)