Heru Tegaskan DPD PDIP Terbuka

165
Heru Sudjatmoko. (Ricky fitriyanto/radar semarang)
Heru Sudjatmoko. (Ricky fitriyanto/radar semarang)
Heru Sudjatmoko. (Ricky fitriyanto/radar semarang)

SEMARANG – Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Jawa Tengah Heru Sudjatmoko menegaskan bahwa selama pihaknya telah terbuka terkait dengan hasil tes seleksi calon Ketua Perwakilan Anak Cabang (PAC) di Kabupaten Klaten. Menurutnya, siapa pun dapat memberi masukan karena semua anggota PDIP Jateng adalah satu keluarga.

Hal itu diungkapkan Heru menanggapi aksi dari ratusan kader PDIP dari Kabupaten Klaten yang, Rabu (25/2) menggeruduk Panti Marhaenis, Semarang. Mereka menuntut kejelasan terkait dengan posisi 11 PAC di Kabupaten Klaten. Sebab, ada dugaan kuat kader-kader militan PDIP sengaja disingkirkan dengan tidak dipilih lagi menjadi Ketua DPC.

”Sudah kita tampung, kita respons, dan besok siang akan diundang DPC-nya. Saya sudah perintahkan ke beberapa pengurus yang antara lain kemarin ikut menemui, juga pengurus yang dapilnya di sana dan yang berdomisili di sana,” ujar Heru ditemui usai menghadiri Rapat Paripurna di DPRD Jateng, kemarin.

Heru menjelaskan, DPD PDIP Jateng selalu terbuka terhadap semua masukan. Dari masukan tersebut mungkin ada yang pas dan ada yang tidak. Sehingga perlu dikomunikasikan dan diklarifikasi. Seperti diketahui, muncul isu DPD PDIP Jateng telah merekomendasikan nominator untuk calon PAC yang tidak sesuai harapan. ”Padahal rekomendasi tersebut belum diturunkan. Nilai tes yang bagus memang menjadi salah satu pertimbangan, tapi harus dikroscek di lapangan,” imbuhnya.

Heru menegaskan, rekomendasi dari DPD untuk Ketua PAC dilakukan secara bertahap. Nama-nama tersebut nantinya dimasukkan dalam amplop tertutup. Menurutnya, cara tersebut bukan sebagai bentuk intervensi. ”Kita ingin semua daerah kondusif apalagi yang hendak menyelenggarakan Pilkada,” pungkasnya.

Seperti diketahui, Rabu (25/2) sejumlah kader partai berlambang banteng moncong putih dari Kabupaten Klaten mendatangi Panti Marhaenis Semarang. Dengan membawa berbagai spanduk bertuliskan ”Save PDI Perjuangan Klaten” mereka meminta kejelasan terkait dengan proses pemilihan Ketua PAC di Klaten yang sarat kepentingan. Sebab dari 26 PAC, setidaknya sudah ada isu jika 11 Ketua PAC merupakan kader yang tidak berkompeten.

”Justru kader yang sudah memenangkan dan membesarkan partai di Klaten banyak yang disingkirkan. Ada isu yang berkembang jika setidaknya ada 11 PAC yang tidak berkompeten,” kata Ketua PAC PDIP Kecamatan Trucuk, Hamenang Wajar Ismoyo. (fai/ric/ce1)