Hamil, Selingkuhan Dibakar Hidup-Hidup

293
RESIDIVIS: Pelaku pembunuhan terhadap selingkuhannya saat dimintai keterangan di ruang Reskrim Polres Magelang, kemarin. (MUKHTAR LUTFI/RADAR KEDU)
RESIDIVIS: Pelaku pembunuhan terhadap selingkuhannya saat dimintai keterangan di ruang Reskrim Polres Magelang, kemarin. (MUKHTAR LUTFI/RADAR KEDU)
RESIDIVIS: Pelaku pembunuhan terhadap selingkuhannya saat dimintai keterangan di ruang Reskrim Polres Magelang, kemarin. (MUKHTAR LUTFI/RADAR KEDU)

MUNGKID—Perselingkuhan antara Damhari, 38, warga Krajan, Desa Bedono, Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang dan Yahmini, 35, warga Sumogawe Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, berakhir tragis. Yahmini tewas setelah sekujur tubuhnya melepuh akibat dibakar selingkuhannya.

Aksi jahat Damhari dilakukan di sebuah gubuk perkebunan sayuran di Dusun Temulor, Desa Jogoyasan, Kecamatan Ngblak, Kabupaten Magelang, Selasa (24/2) lalu, sekitar pukul 19.00. Tersangka meminta pasangannya melakukan ritual mandi bensin dengan dalih menyucikan diri dari dosa yang selama ini mereka perbuat.

Setelah mandi bensin, korban diminta menghidupkan sebuah korek. Begitu api menyala, sekujur tubuhnya lantas terbakar. “Ini untuk menghapus dosa perselingkuhan kita dan memulai hidup baru,” kata Damhari saat ditemui di Mapolres Magelang, kemarin (27/2).

Saat tubuh korban terbakar, Damhari justru menyiramkan sisa bensin ke tubuh Yahmini sehingga api semakin besar. Setelah itu, dia meninggalkannya. Beruntung, korban tak seketika tewas. Dengan luka bakar, dia menuju ke permukiman warga yang jaraknya 2,5 kilometer dari lokasi. Dia membonceng seorang pengendara bermotor.

Yahmini ditolong warga Dusun Temu Lor, Desa Jogoyasan, Kecamatan Ngablak. Dengan kondisi tanpa busana, Yahmini sempat dikira gila. Seorang warga memberikan sarung untuk menutupi tubuh Yahmini. “Saya kira orang gila. Begitu tahu dia mengaku habis dibakar, kita langsung hubungi kepolisian,” kata Haryono, warga setempat.

Oleh polisi, korban dibawa ke RSU Grabag, kemudian dirujuk RSU Tidar. Namun, pada Rabu (26/2) pukul 14.30, korban meninggal dunia. “Dalam perjalanan ke rumah sakit, ia sempat cerita kronologis dan pelakunya,” kata Kapolres AKBP Rifki melalui Kasubag Humas AKP Edi Sukrisno.

Polisi pun bergerak cepat, menerjunkan tim untuk memburu pelaku. Tak lama berselang, pelaku berhasil ditangkap di rumahnya, tanpa perlawanan. Kepala Bagian Operasional Sat Reskrim Iptu Sujarwo mengatakan, polisi menelusuri pengakuan korban dan menangkap Damhari di rumahnya. “Kita tangkap dini hari setelah kejadian,” kata dia.

Polisi menilai, kasus ini sudah direncanakan sebelumnya. Sebab, pelaku sempat membeli bensin dan korek api. “Ia membeli bensin, sehingga termasuk pembunuhan berencana. Ia akan kami jerat dengan pasal 340 KUHP dengan ancaman hukuman mati,” jelas KBO Reskrim Iptu Sujarwo.

Dikatakan, aksi nekat tersebut didasari hubungan gelap antara keduanya. Mereka selingkuh sejak enam bulan terakhir. “Sejak suami korban ke Malaysia bekerja,” kata Iptu Sujarwo.

Masih menurut Iptu Sujarwo, sebelumnya, antara korban dan pelaku merupakan teman akrab, saat sama-sama menjadi buruh di sebuah pabrik di Kuningan. “Sudah kenal lama,” kata Sujarwo. Hasil perselingkuhan, korban mengaku hamil dua bulan. “Karena takut dimintai pertanggungjawaban,” ungkapnya.

Pelaku kini mendekam di sel tahanan Mapolres Magelang, setelah sebelumnya dibui di Polsek Ngablak. Dia dipindahkan karena dikhawatirkan ada keluarga korban yang tidak terima dan hendak menghakiminya. (vie/isk)