Bos Tekstil Solo Dipolisikan

254
FITNAH: Tan Pek Kwang alias Sugi Mulyono, 48, saat melaporkan Poei Tjin Hwa alias Wahyu Iskandar di Mapolda Jateng, kemarin. (Abdul Mugis/Radar Semarang)
FITNAH: Tan Pek Kwang alias Sugi Mulyono, 48, saat melaporkan Poei Tjin Hwa alias Wahyu Iskandar di Mapolda Jateng, kemarin. (Abdul Mugis/Radar Semarang)
FITNAH: Tan Pek Kwang alias Sugi Mulyono, 48, saat melaporkan Poei Tjin Hwa alias Wahyu Iskandar di Mapolda Jateng, kemarin. (Abdul Mugis/Radar Semarang)

MUGASSARI – Seorang bos atau pengusaha tekstil ternama asal Solo, Poei Tjin Hwa alias Wahyu Iskandar, dilaporkan ke Polda Jateng. Dia dilaporkan atas Pasal 317 KUHP tentang dugaan tindak pidana pengaduan fitnah dengan ancaman hukuman penjara 4 tahun.

Pelaporan tersebut dilayangkan oleh pengusaha, Tan Pek Kwang alias Sugi Mulyono, 48, warga Kampung Utri No 15 Kota Semarang.

Kasus ini merupakan buntut dari perseteruan kasus sebelumnya, yakni perkara dugaan penipuan dan penggelapan senilai Rp 30 miliar pada tahun 2008 silam. Saat itu, terlapornya adalah Sugi Mulyono.

Sugi Mulyono sendiri sempat berstatus terdakwa dan ditahan selama 12 hari di LP Kedungpane Semarang. Hasil proses hukumnya, perkara tersebut Sugi Mulyono telah divonis bebas oleh Pengadilan Negeri Semarang. Baik perkara perdata maupun pidananya. Bahkan telah mempunyai kekuatan hukum tetap (inkracht) di tingkat Kasasi Mahkamah Agung tahun 2010.

Namun berikutnya, Wahyu Iskandar menempuh cara lain, yakni kembali melaporkan Sugi Mulyono atas dugaan pemalsuan akta PT Tiauw Siang Kwang (TSK) Cipta Industri dengan nomor laporan 151/IX/2014/Subdit II Polda Jateng, tertanggal 25 November 2014. ”Hari ini (kemarin) saya memenuhi panggilan untuk klarifikasi terkait surat tersebut kepada penyidik Subdit II Harda/Bangtah Ditreskrimum Polda Jateng. Sekaligus melaporkan Wahyu Iskandar. Dia adalah pengusaha kakap yang telah melakukan fitnah kepada saya,” kata Sugi Mulyono kepada wartawan, usai memenuhi panggilan penyidik di Mapolda Jateng, Kamis (26/2).

Dalam pelaporan oleh Wahyu Iskandar, Sugi Mulyono dituding dengan dugaan memasukkan keterangan palsu ke dalam akta autentik, yakni akta pendirian PT TSK Cipta Industri Nomor 6 tanggal 26 November 2005 sebagaimana Pasal 226 KUHP. ”Bahwa pengaduan yang dilakukan Wahyu Iskandar itu adalah pengaduan fitnah. Kami ada dasar hukumnya, bahwa PT TSK adalah perusahaan dagang yang dirintis oleh ibu saya, Pujiwati, pada tahun 1990 dengan simbol atau lambang sapu,” beber Sugi Mulyono didampingi kuasa hukumnya, Theodorus Yosep Parera.

Antara Wahyu Iskandar dan Sugi Mulyono, pada awalnya keduanya adalah rekan bisnis yang pernah bekerja sama. Namun dalam perkembangannya, keduanya terlibat utang piutang dalam kerja sama bisnis pendirian sebuah pabrik di Blok B1 Jalan Gatot Subroto Semarang.

Namun pabrik tersebut saat ini telah bangkrut alias gulung tikar. ”Pabriknya itu saat ini sudah tidak ada. Bahkan tangki air dan tangki mesin telah dijual oleh Wahyu Iskandar,” katanya.

Akibat dari sengkarut bisnis tersebut, membuat Sugi Mulyono dilaporkan atas dugaan penipuan dan penggelapan senilai Rp 30 miliar. ”Pengadilan Negeri Semarang telah mengeluarkan putusan perdata dengan Nomor 279/pdt.g/2008/PN, diputuskan bebas pada 4 Juni 2009,” terang Sugi Mulyono.

Begitu juga dalam tingkat Kasasi di Mahkamah Agung, bahwa perkara dugaan dan penipuan senilai 30 miliar atas nama terdakwa Sugi Mulyono tersebut telah diputus bebas, dengan nomor putusan Nomor 671 k/Pid/2010. ”Perkara ini telah memiliki kekuatan hukum tetap. Tapi saya dilaporkan kembali dengan perkara yang sama,” imbuhnya.

Sementara itu Joseph Parera mengatakan, pihaknya meminta penyidik Polda Jateng untuk menindaklanjuti laporan dugaan tindak pidana pengaduan fitnah oleh Wahyu Iskandar terhadap kliennya itu. ”Supaya dia (Wahyu Iskandar) tidak gampang asal melapor. Kasus ini sudah diputus bebas sampai Mahkamah Agung,” katanya.

Berdasarkan ketentuan Undang-Undang (UU), lanjutnya, kasus tersebut tidak bisa dilaporkan kembali dalam perkara yang sama. ”Tidak bisa. Sebab telah memiliki kekuatan hukum tetap. Klien kami memenuhi panggilan klarifikasi penyidik, sekaligus melaporkan Wahyu Iskandar atas dugaan tindak pidana pengaduan fitnah,” katanya. (amu/zal/ce1)