MANYARAN – Mantan Bupati Kudus (periode 2003-2004) Muhammad Tamzil divonis 1 tahun 10 bulan penjara oleh Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang, Selasa (24/2) lalu.

Tamzil juga dijatuhi denda sebesar Rp 100 juta dengan ketentuan jika sebulan sejak putusan berkekuatan hukum tetap tidak dibayar maka diganti 3 bulan kurungan. Amar putusan tersebut dibacakan oleh Antonius Widjantono, selaku ketua majelis hakim.

”Saya tetap pikir-pikir dengan putusan majelis hakim. Saya kira berat tidaknya hukuman sangat relatif. Saya kira keputusan Pak Hakim akan kami pelajari dulu selama 1 minggu ini,” kata M. Tamzil usai sidang.

Sidang putusan tindak pidana korupsi pengadaan sarana dan prasarana pendidikan, dana alokasi khusus (DAK) Kudus, 2004-2005 digelar selama 4 jam di pengadilan Tipikor Semarang, Selasa (24/2). Sidang tersebut berlangsung dalam 3 sesi. Sesi pertama dengan terdakwa Direktur CV Gani and Sons, Abdul Gani Aup, dilanjutkan mantan Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga (Disdikpora) Kudus, yang dulunya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kudus, Ruslin Rukun. Sedangkan di sesi ketiga dengan terdakwa mantan Bupati Kudus periode 2003-2008, Muhammad Tamzil.

Terdakwa Abdul Gani Aup dijatuhi pidana 2 tahun 2 bulan penjara. Sementara itu, Ruslin Rukun juga dinyatakan terbukti bersalah dan dijatuhi hukuman selama 1 tahun 6 bulan penjara.

Dalam perkara ini, ketiga terdakwa diduga telah melaksanakan proyek pengadaan sarana prasarana pendidikan tanpa melalui perencanaan yang matang, serta sesuai mekanisme anggaran yang benar. Akibatnya, telah merugikan keuangan negara sebesar Rp 2,8 miliar.

Menurut dakwaan jaksa, proyek tersebut melanggar prosedur pengadaan sarpras yang seharusnya tidak dalam bentuk kerja sama. Menurut Keputusan Presiden Nomor 80 Tahun 2003 tentang pedoman pelaksanaan pengadaan barang dan jasa pemerintah, dalam pengadaan sarpras kepala daerah harus mengadakan lelang sebelumnya. Perbuatan terdakwa dinilai telah memperkaya diri sendiri atau orang lain. (mg21/zal/ce1)