Siapkan Caleg, 2 Tahun sebelum Pemilu

235

SEMARANG – Sebagai bentuk upaya regenerasi di tubuh partai politik (Parpol), sejumlah partai mulai melakukan terobosan. Salah satunya adalah Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jawa Tengah yang melakukan inovasi dengan cara menyiapkan pengaderan selama dua tahun sebelum pelaksanaan pemilu.

Hal ini dimaksudkan untuk mengetahui dedikasi kader terhadap partai yang diusungnya. ”Jadi misalnya ketika ada pendaftaran caleg (calon legislatif), dua tahun sebelumnya kader tersebut telah menjadi pengurus partai. Sehingga sudah terbiasa bersinggungan dengan konstituen,” ungkap Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKB Jateng Yusuf Chudlori, kemarin.

Yusuf menjelaskan, melalui langkah tersebut dapat mengurangi cost (biaya) yang harus dikeluarkan untuk mengenalkan seorang calon dibandingkan mereka yang belum dikenal publik. Selain itu, juga merupakan reward bagi kader karena dipilih untuk mewakili partai dalam sebuah pemilihan. ”Cara ini juga dapat mendorong partai lain untuk melakukan edukasi politik,” imbuh pria yang akrab disapa Gus Yusuf ini.

Disinggung upaya PKB Jateng dalam rangka menghadapi Pilkada pada akhir 2015 mendatang, Gus Yusuf mengaku masih melakukan penjaringan calon. Pihaknya juga telah melakukan konsolidasi dengan masing-masing Dewan Pengurus Cabang (DPC) PKB di 21 Kabupaten/Kota yang bakal menyelenggarakan Pilkada. ”Prosesnya masih berjalan, sambil menunggu kepastian dari KPU tentang jadwal dan regulasi,” terangnya.

Terkait kemungkinan adanya koalisi dengan partai lain dalam mengusung seorang calon, Gus Yusuf tidak menampiknya. Ia mengaku tetap memprioritaskan bersama dengan partai-partai yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Hebat (KIH). Sebab, dengan cara itu, akan terjadi sinergitas dalam mengawal program-program Presiden Joko Widodo hingga ke daerah.

”Hanya saja, terkadang kondisi di lapangan tidak seperti yang diharapkan. Kami tetap membuka komunikasi dan tidak menutup diri dengan partai-partai di luar KIH. Dinamis saja,” terang dia.

Seperti diketahui, berdasarkan paparan Lembaga Survei Indonesia (LSI) beberapa waktu lalu diketahui bahwa proses regenerasi parpol belum berjalan maksimal. Terbukti, tokoh-tokoh yang dimunculkan selalu didominiasi oleh golongan lama. Misalnya PAN selalu identik dengan Hatta Rajasa, Partai Demokrat dengan Susilo Bambang Yudhoyono, Gerindra dengan Prabowo Subianto, dan Golkar dengan Aburizal Bakrie di Golkar.

Direktur LSI Hendro Prasetyo menyebutkan, 61,7 persen masyarakat setuju tokoh muda mampu memberi kontribusi dalam perkembangan bangsa. Hanya saja, dari partai politik tidak memberikan kesempatan itu. Selain itu, karena kurangnya informasi membuat masyarakat hanya mengenal tokoh yang itu-itu saja.

”Bisa jadi dalam hal ini peran dari media sangat besar. Sebagian besar masyarakat tidak memiliki informasi dari parpol namun cenderung mengandalkan informasi dari media,” terangnya. (fai/ida/ce1)