INDAH: Seorang pedagang menata batu-batu akik dan batu mulia di etalase saat berlangsung pameran kemarin di Pasaraya Sri Ratu, Jalan Pemuda, Semarang. (ADTYO DWI R/RADAR SEMARANG)
INDAH: Seorang pedagang menata batu-batu akik dan batu mulia di etalase saat berlangsung pameran kemarin di Pasaraya Sri Ratu, Jalan Pemuda, Semarang. (ADTYO DWI R/RADAR SEMARANG)
INDAH: Seorang pedagang menata batu-batu akik dan batu mulia di etalase saat berlangsung pameran kemarin di Pasaraya Sri Ratu, Jalan Pemuda, Semarang. (ADTYO DWI R/RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Baru beberapa bulan nge-tren, pemerintah mewacanakan mengeluarkan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) pada batu mulia. Salah satu yang rencananya dikenakan PPnBM ini adalah perhiasan seperti batu akik yang nilainya di atas Rp 1 juta.

Regulasi itu langsung diprotes para pedagang akik. Alex W, pemilik Vanessa Gemstone ini sangat tidak setuju atas wacana yang dianggap mengada-ada tersebut. “Jangan kira para pengusaha batu akik selalu untung. Kami mencari bahan baku dari timbunan sedalam 150 meter dari permukaan tanah. Itu pun tidak selalu bisa dijadikan akik,” katanya.

Menurutnya, mahalnya batu akik dikarenakan para pelaku usaha ini selalu mengutamakan keberuntungan. Mereka harus gambling dalam mengolah bahan baku. Tidak jarang, bongkahan sebesar tabung elpiji 3 kg hanya bisa dijadikan satu akik yang bagus. Itu pun berukuran kecil. “Tidak sedikit pemain baru yang rugi gara-gara gambling ini. Jadi jagan kira pedagang akik punya kantong tebal dari hasil penjualan,” ungkapnya.

Senada dengan pedagang lain. Roma Irawan mengaku jika batu akik belum pantas dikenai pajak. Pihaknya memang mengakui jika perhiasan jari ini bisa dibanderol dengan harga tinggi dan tergolong barang mewah. “Tapi jangan samakan dengan batu mulia seperti emas, perak, atau intan. Mewah atau tidaknya batu akik sebenarnya tergantung dari pembentukan. Misalkan sama-sama barang mentah, tapi hasilnya berbeda jika yang nggarap berbeda. Jadi, wacana ini harus dikoreksi lagi,” harapnya.

Seperti diketahui, Kementerian Keuangan akan melakukan revisi Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 253 Tahun 2008 tentang PPnBM untuk mengkomodir hal tersebut. Rencananya, sejumlah barang yang sebelumnya luput dari pajak pun bakal dikenakan pajak. Sebut saja perhiasan, jam tangan, sepatu, tas berharga mahal, hingga batu akik. (amh/smu)