UNGARAN-Pembangunan Pasar Sumowono akan menelan biaya sebesar Rp 21 miliar dari APBD Kabupaten Semarang. Ditambah lagi dengan proyek pembangunan pasar sementara di Desa Kebumen, Kecamatan Sumowono yang membutuhkan anggaran sekitar Rp 1,32 miliar.

Menurut Kepala Dinas Koperasi UMKM dan Perindag Kabupaten Semarang, M Natsir, sebelum membangun Pasar Sumowono, pihaknya akan melakukan pembangunan pasar sementara dulu di Desa Kebumen. Untuk sewa lahan dianggarkan Rp 70 juta, sedangkan pembangunan kios dan los sementara untuk merelokasi pedagang sebesar Rp 1,32 miliar.

“Saat ini DED-nya (Detail Engineering Design) sedang disusun. Begitu selesai langsung dilakukan lelang proyek pembangunan Pasar Sementara Sumowono. Perkiraan kami, DED selesai akhir Februari. Jadi paling lama 1,5 bulan atau sekitar pertengahan Mei 2015 sudah selesai. Kemudian pedagang akan kami relokasi ke sana, sehingga bangunan pasar utama dapat segera dilaksanakan,” tutur Natsir, Rabu (25/2) kemarin.

Natsir menjelaskan bahwa pedagang nantinya hanya mendapatkan maksimal 2 kios. Misalnya pedagang yang sebelumnya punya 4 sampai 5 kios, nanti hanya mendapatkan 2 kios. Sedangkan yang punya 3 kios hanya mendapatkan 1 kios saja. Total kios dan los yang dibangun di pasar sementara sebanyak 536 kios.

“Pembagian kios itu sudah disepakati bersama. Pedagang hanya 7 bulan menempati pasar sementara. Kami bersyukur karena pedagang juga sudah memahami dan mengerti. Mudah-mudahan proyek berjalan lancar,” kata Natsir.

Natsir mengatakan, proses pembangunan pasar sementara dan relokasi pedagang harus terjadual dengan baik. Sebab jika molor, pengerjaan fisik pasar utama tidak selesai di tahun 2015 ini. Natsir sudah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Semarang terkait pembangunan Pasar Sumowono. Sebab pelaksanaan pekerjaan fisik Pasar Sumowono ditangani DPU.
“Kalau molor hingga Mei, pembangunan Pasar Sumowono kacau karena DPU tidak sanggup mengerjakan, jika pembangunan pasar melampaui bulan Juni. Kasihan juga para pedagangnya yang mencapai 830 pedagang,” kata Natsir.

Sementara itu, Kepala DPU Kabupaten Semarang, Totit Oktoriyanto mengatakan bahwa untuk DED pembangunan Pasar Sumowono dianggarkan sebesar Rp 200 juta. Setelah pembuatan DED, selanjutnya dilelang konstruksinya. Untuk pembangunan dianggarkan Rp 21 miliar. “Jika waktu pelaksanaan pekerjaan kurang 6 bulan, kami tidak bisa melaksanakan. Sehingga kami koordinasi dengan Dinas Koperasi UMKM dan Perindag Kabupaten Semarang, jangan sampai jadualnya tidak match,” tuturnya. (tyo/ida)