Kedatangan BRT Terlalu Lama

209
EVALUASI: Wali Kota Semarang ikut merasakan menjadi penumpang BRT. Sekaligus untuk mengevaluasi kekurangan operasional BRT. (Humas for Rase)
EVALUASI: Wali Kota Semarang ikut merasakan menjadi penumpang BRT. Sekaligus untuk mengevaluasi kekurangan operasional BRT. (Humas for Rase)
EVALUASI: Wali Kota Semarang ikut merasakan menjadi penumpang BRT. Sekaligus untuk mengevaluasi kekurangan operasional BRT. (Humas for Rase)

BALAI KOTA – Pemerintah Kota Semarang akan mengevaluasi jadwal keberangkatan Bus Rapid Transit (BRT). Pasalnya interval waktu kedatangan BRT di shelter masih terlalu lama. Hal tersebut juga dirasakan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi saat mencoba menjadi penumpang BRT.

”Kami akan mengevaluasi lamanya kedatangan atau keterlambatan BRT ke shelter. Tadi saat di shelter Pemuda biasanya ada keterlambatan 5 menit, kini menjadi 15 menit,” ungkapnya saat turun di shelter Karangayu, Rabu, (25/2) kemarin.

Selain melakukan evaluasi keterlambatan BRT di shelter, pemkot juga berencana akan menambah shelter dan armada BRT. Dengan bertambahnya shelter dan armada, diharapkan interval waktu kedatangan BRT semakin cepat. Sehingga penumpang tidak terlalu lama menunggu. ”Kita juga akan evaluasi penempatan shelter. Agar lebih strategis dan membuat nyaman calon penumpang. Pada tahun 2015 ini, kita rencananya akan tambah tiga koridor,” terang wali kota.

Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan Kota Semarang, Agus Harmunanto mengatakan adanya keterlambatan waktu karena jumlah armada yang dioperasionalkan masih minim. ”BRT masih kurang. Selain itu kepadatan lalu lintas dan kemacetan jalan juga mengakibatkan perjalanan BRT mengalami keterlambatan,” terangnya.

Agus mengakui, di Kota Semarang akan ada penambahan satu koridor, yakni koridor V. Seperti koridor sebelumnya, untuk melayani koridor baru tersebut akan dioperasionalkan 20 armada. ”Koridor V memiliki rute Genuk dengan rute melewati Bangetayu, Jalan Pemuda lalu kembali lagi di Genuk,” katanya.

Menanggapi belum adanya shelter di Jalan Pahlawan, pihaknya sengaja tidak menempatkan di jalan tersebut, karena untuk rute di sana sudah difasilitasi shelter di depan SMUN 1 Semarang yang berada di Menteri Supeno.

”Kami tidak memasang di Jalan Pahlawan karena notabene kan sudah dipasang di depan SMU 1. Kami juga menghindar kalau dipasang di tempat tersebut (Jalan Pahlawan) kemungkinan akan menambah pemandangan yang kurang bagus. Sebab, banyak shelter yang dicoret-coret oleh tangan jail yang tidak bertanggung jawab,” pungkasnya. (mha/zal/ce1)