PERIKSA KESEHATAN : Puluhan warga yang berisiko HIV/AIDS di Kecamatan Bandar sedang melakukan VCT, kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/RADAR SEMARANG)
PERIKSA KESEHATAN : Puluhan warga yang berisiko HIV/AIDS di Kecamatan Bandar sedang melakukan VCT, kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/RADAR SEMARANG)
PERIKSA KESEHATAN : Puluhan warga yang berisiko HIV/AIDS di Kecamatan Bandar sedang melakukan VCT, kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/RADAR SEMARANG)

BANDAR–Jumlah penderita HIV bertambah 7 orang dalam dua bulan terakhir, Januari hingga Febriari 2015 ini. Menyusul adanya pertambahan jumlah pekerja seks komersial (PSK) pendatang baru di wilayah Kabupaten Batang. Serta kurangnya pemahaman tentang bahayanya penyakit HIV/AIDS.

Data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemkab Batang, Puskesmas Bandar yang telah menemukan adanya 7 orang yang dinyatakan positif HIV/AIDS. Hal itu diketahui setelah adanya warga yang melakukan Visit Control Test (VCT) pada Klinik VCT Puskesmas Bandar.

Atiya, 23, salah satu PSK asal Desa/Kecamatan Bandar mengungkapkan bahwa dirinya beserta beberapa teman seprofesinya sengaja rutin melakukan pengambilan sampel darah untuk menjalani VCT. “Sampel darah dan VCT sebenarnya sangat membantu. Selain bisa mengontrol kesehatan, juga untuk mencegah adanya pencegahan penyakit HIV/AIDS,” ungkap Atiya, Rabu (25/2) kemarin.

Atiya juga menyampaikan bahwa pihak Pemkab Batang atau petugas kesehatan, harus sering membarikan bantuan alat kontrasepsi berupa kondom kepada pengelola tempat hiburan atau kepada pengguna jasa PSK. Meski begitu, selama ini para tamu pengguna jasa PSK, cenderung menolak menggunakan pengaman tersebut.

“Pihak petugas kesehatan, harusnya sering melakukan sosialisasi dan bantuan alat pengaman bagi para pengguna jasa kami. Harusnya juga disarankan ikut VCT, agar para pekerja seperti kami terjamin kesehatannya,” kata Atiya.

Sementara itu, Konselor Klinik VCT Puskesmas Bandar, Nurman Sair mengatakan bahwa terhitung dari Januari hingga akhir Februari (25/2), pihaknya sudah mendeteksi ada 7 orang yang positif terjangkit HIV/AIDS. Menurutnya dengan adanya tambahan 7 orang tersebut, maka data penderita HIV yang ada di Puskesmas Bandar pada 2015 ini, bertambah menjadi 19 orang.

“Sebelumnya telah ada 12 orang yang dinyatakan positif HIV, kini tambah 7 orang lagi. Dari jumlah 7 penderita HIV/AIDS baru tersebut, dua di antaranya merupakan ibu hamil dan 1 anak-anak usia 6 tahun,” kata Nurman Sair.

Nurman Sair juga menandaskan, agar orang-orang yang berisiko HIV/AIDS, misalnya PSK ataupun bapak-bapak yang sering menggunakan jasanya, sadar dan memeriksakan diri. Karena dengan melakukan pemeriksaan di klinik VCT secara gratis, proses tidak terlalu lama dan ada kerahasiaan data. Juga untuk mengetahui apakah dirinya sudah terjangkit HIV/AIDS atau tidak.

“Kami berharap peran dari semua elemen masyarakat untuk membantu menekan penyebaran virus HIV/AIDS tersebut. Mengingat virus ini sangat berbahaya dan mematikan. Kami harap, jangan malu melakukan VCT, disamping gratis, mudah dan cepat. Rahasia peserta VCT juga terjamin,” tandas Nurman. (thd/ida)